Smart Women

Perlu, Jika sudah Lebih Tiga Hari

BEBERAPA hari lalu, Pemkot Jambi dikejutkan dengan puluhan siswa Ponpes Asad di Seberang yang terserang ISPA.

Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM - BEBERAPA hari lalu, Pemkot Jambi dikejutkan dengan puluhan siswa Ponpes Asad di Seberang yang terserang ISPA. Bahkan sejumlah siswa mesti dilarikan ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.

Sri Putri Handayani, dokter internsip di Rumah Sakit Bhayangkara mengatakan saat ini cuaca memang sedang buruk. Sekitar sebulan terakhir kabut asap menyelimuti Kota Jambi. Kondisi ini memang rentan bagi kesehatan.

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang paling banyak terjadi saat kabut seperti ini. Gejala ISPA seperti demam, beringus/flu, batuk, sakit kepala dan sakit pada tenggorokan. Penyebab terjadinya ISPA bisa virus, bakteri dan jamur. Namun kebanyakan disebabkan oleh virus.

"Jika saat ini terkena ISPA biasanya diawali dengan batuk kering dulu. Kalau ada bakteri di dalamnya baru batuk berdahak," katanya, Selasa (25/8).

Menurut Putri, jika mengalami gejala ISPA maka harus secepatnya diobati. Jika sakit baru sehari atau dua hari maka tidak perlu diobati dengan antibiotik. Namun jika lebih dari tiga hari maka perlu diberi antibiotik.

"Karena batuk itu adalah suatu bentuk mekanisme pertahanan tubuh. Misal ada benda asing maka dia mengeluarkan dengan cara batuk.

Kalau batuk cuma sehari dua hari kita biasanya memberi anti alergi dan obat untuk menekan batuknya. Tapi kalau 3 hari atau berdahak, itu perlu antibiotik," sebutnya.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jambi ini menegaskan yang tidak kalah penting dalam pengobatan ISPA adalah istirahat, minum makan yang cukup dan bergizi untuk mengembalikan pertahanan tubuh.

"Sebenarnya semua penyakit itu bermula dari daya tahan tubuh kita. Di semua organ tubuh kita ini ada sistem imunnya.

Dari hidung misalnya ada rambut hidung untuk menyaring udara yang masuk. Kalau daya tahan tubuh kita rendah, maka saat seperti ini akan gampang terserang sakit," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved