Ketahanan Pangan
Dandim Kerinci: Jangan Coba-Coba Selewengkan Pupuk Subsidi
TNI Kodim Kerinci, benar-benar action dalam membantu petani meningkatkan ketahanan pangan di Kerinci.
Penulis: Andi | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - TNI Kodim Kerinci, benar-benar action dalam membantu petani meningkatkan ketahanan pangan di Kerinci.
Dandim 0417 Kerinci, Letkol Inf Yudi Iskandar kepada Tribun, Senin (31/8), mengaku, di Kerinci TNI terus melakukan berbagai upaya tersebut. Satu diantaranya yakni mengawasi penyaluran pupuk subsidi kepada petani dan mendirikan posko bersama ketahanan pangan.
"Jangan coba-coba selewengkan pupuk subsidi. Jika ketahuan, kita tangkap," ujarnya, Senin.
Gertakan ini bukanlah main-main, sebab, dia mengaku, beberapa waktu lalu, kerap melakukan penangkapan pupuk subsidi yang diduga hendak diselewengkan.
"Jajaran kami membantu menyalurkan pupuk ini kepada yang berhak. Kalau kedapatan, ada pupuk subsidi yang disediakan untuk desa A, lalu dijual ke desa B, ini yang kita tangkap. Alhamdulillah, selama ini, petani sangat merasa terbantu," terusnya.
Tugas lain yang cukup mendapat respon positif petani, kata Yudi, adanya peran TNI membersihkan dan membagi air irigasi secara merata.
Hal ini dianggap persoalan pelik, sebab jika tidak hati-hati, akan menimbulkan gejolak di kalangan petani sendiri.
"Kita tahu, saat ini musim kemarau. Air menjadi kebutuhan pokok. Nah, disinilah peran kita, membersihkan irigasi, sekalian membagi rata air ke sawah-sawah agar tidak saling berebut dan terjadi bentrok di petani sendiri.".
"Sebagao contoh kecil, kegiatan ini kita lakukan di Desa Kotomajidin beberapa hari lalu," terusnya.
Setelah berjuang bersama masyarakat, hasilnya pun terlihat. TNI memiliki PR lain, yakni bagaimana bisa memberi solusi penjualan gabah petani Kerinci dan Sungaipenuh.
"Itulah adanya posko bersama yang kita dirikan bersama Bulog ini. Kita berupaya meningkatkan swasembada pangan, menampung hasil panen gabah petani," bebernya.
Dia juga mengaku, selama ini, penjualan hasil petani kepada Bulog mendapat potongan pajak. Tapi, setelah adanya interuksi dari dirjen pajak, maka petani sudah tidap perlu kuatir lagi.
"Pajak yang dikenai sebanyak 1,5 persen itu, tidak lagi diminta bulog. Seluruhnya hasil penjualan diterima oleh petani," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/31082015_posko_20150831_173559.jpg)