Kebakaran Lahan
Lahan Terbakar di Muaro Jambi Sebagian Besar Area HPH dan Perusahaan
Dari 1.750 hektare luas kawasan gambut yang terbakar di Kabupaten Muaro Jambi sebagian besarnya
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dari 1.750 hektare luas kawasan gambut yang terbakar di Kabupaten Muaro Jambi sebagian besarnya berada di area HPH dan perusahaan. Lahan Gambut terluas saat ini diketahui berada di Kecamatan Kumpeh Ulu dengan luas area sekitar 1.050 hektare.
Ironisnya masih ada perusahaan yang tidak memiliki alat pemadam kebakaran. Padahal ini menjadi standard untuk mendirikan lahan perkebunan.
Seperti terlihat di area lahan perusahaan perkebunan milik perusahaan Bara Eka Prima (BEP). Saat Tribun bersama sejumlah awak media bersama rombongan Kodim 0415/batanghari, Korem 042/Gapu dan Mapolda Jambi melakukan upaya pemadaman.
Di perkebunan sawit perusahaan BEP hanya menggunakan dua mesin pompa. Tim dari kodim 0415/bth bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan personil dari Polda Jambi pun sempat kesulitan. Selain keterbatasan peralatan, kondisi sungai yang berlumpur turut menjadi kendala.
Belum lagi kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut. Terlihat, meski upaya pemadaman terus dilakukan dengan menyemprotkan air. Namun, tak berlaku efektif. Sumber api yang terus merembet dari dalam tanah terlihat sesekali mengeluarkan kobaran api kepermukaan.
Terutama pada saat tiupan angin kecang. Namun, kepulan asap tebal yang menghalangi jarak pandang berjarak sejauh 20 meter terus membumbung ke udara. Tak heran sesekali puluhan personil harus menjauhi lokasi karena kepulan asap membuat mata perih. Sementara rembetan api dari dalam tanah terus mendekati kanal-kanal yang dibuat perusahaan.
"Untuk dipadamkan sulit, api dari dalam. Anginnya juga kencang," ujar Dandim 0415/Bth Letkol Arm Widodo Noercahyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/29082015_kebakaran-lahan_20150829_225335.jpg)