Breaking News:

Ini Dia Sepeda Kayu Karya Pulung

Ide sesuatu yang sulit dalam pembuatan sepeda kayu, karena harus memikirkan bentuk yang berbeda.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/RIAN AIDILFI
Pulung dan sepeda kayu karyanya 

HOBI mengemas kayu bekas menjadi perabotan rumah tangga, tak ada salahnya berinovasi membuat sepeda kayu. Pulung Prasetyo, pria 30 tahun kelahiran Palembang adalah sang pembuat sepeda kayu.

Berawal dari melihat akun Instagram sepeda kayu Jogja, timbul inspirasi Pulung membuat sepeda kayu pertama di Kota Jambi. Kesan pertama "unik" disampaikan kepada Tribun ketika melihat sepeda kayu di akun jejaring sosial. Minatnya semakin kuat seiring hobi dan pekerjaan digelutinya.

Manfaatkan sisa kayu bekas, kayu kempas lilin (kamper), dirinya menuangkan ide telah tergambar di secarik kertasnya. Ide sesuatu yang sulit dalam pembuatan sepeda kayu, karena harus memikirkan bentuk yang berbeda. Butuh waktu sekitar dua minggu untuk membuat sepeda kayu, termasuk menuangkan ide pembuatan.

Sekitar lima hari ia menggambar perencanaan sepeda tersebut. Mulai dari rangka sepeda disesuaikan dengan sisa kayu yang ada hingga kedudukan pemasangan gear dan rantai.
Ketika semua tergambar rapi, Pulung siap mengerjakannya. Tak ada campur tangan orang lain dalam pembuatan tersebut, hanya dukungan istrinya menyelesaikan ide uniknya tersebut.

LIKE Fanpage Tribun Jambi

Ia mulai mengambil sisa kayu kamper dua keping di belakang rumahnya. Proses pertama yang ia lakukan pengamplasan agar kayu tersebut halus, membentuk sesuai sketsa. Setelah terpasang semua, barulah ia percantik dengan polesan "clear" agar terlihat apik.

Seperti biasa, tidak ada usaha yang mulus diawal, pastilah menemukan kegagalan. Sekitar empat kali ia gagal. Mulai dari kesalahan dalam pemasangan kedudukan gear, pengepasan kedudukan ban belakang, hingga kedudukan setang dan pemasagan remnya.

Biasanya sepeda tidak terlepas dari komponen kacang-kacangan. Ia mengganti kacang-kacangan garpu sepeda dengan selongsong. "Jadi tidak ribet lagi ketika masangnya, itu salah satu kesulitannya," ujarnya kepada Tribun Jambi di kediamannya berada di Jl Dr Siwabessy, Buluran, Telanaipura, Jambi, Sabtu (21/8).

Pulung mengatakan alasannya kenapa memilih kayu kamper untuk bahan pembuatan sepedanya, karena kayu merupakan kayu yang lembut (elastis). Adapun kayu-kayu yang cocok untuk bahan pembuatan sepeda kayu yakni, kayu sungkai, kamper atau bulian.

Tak banyak modal yang dikeluarkan Pulung dalam pembuatan sepeda tersebut, sekitar Rp 700 ribu untuk membeli roda, rem, sadel, gear dan rantai. "Kalau kayunya beli juga mungkin Rp 1,5 juta," katanya.
Dikatakan Pulung, ketika sepeda tersebut jadi, istrinya menjadi penunggang pertama dalam percobaa. "Untuk menguji kekuatan sepeda tersebut, istri saya yang memiliki berat diatas 70 kilog nyobanya. Setelah mencoba, malah istri minta dibuatin satu lagi," katanya terkekeh.

Sampai sepeda tersebut jadi, sudah ada warga Broni menawar Rp 2 juta, dengan alasan unik. "Dia nawar harga sepeda tersebut segitu, ya saya lepaslah," ujar Pulung. (Rian Aidilfi Afriandi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved