Cegah Kebakaran, Arpan Minta Bantuan Ulama dan Rio

Kebakaran benar-benar menjadi ancaman serius. Betapa tidak, jumlah kejadiannya terjadi peningkatan yang luar biasa pesatnya.

Penulis: muhlisin | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUN JAMBI/HERI PRIHARTONO
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kebakaran benar-benar menjadi ancaman serius. Betapa tidak, jumlah kejadiannya terjadi peningkatan yang luar biasa pesatnya.

Angka kebakaran 2015 dan 2015 bisa jadi perbandingan. Jumlah total kejadian sepanjang 2014 'hanya' sebanyan 40 kali kejadian. Tak sampai setengah dari jumlah total kejadian hingga Agustus 2015.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pemadam Kebakaran (Damkar) Bungo, Arpan, mengungkap hal ini. Hingga 17 Agustus ini sudah mencapai 98 kali kejadian kebakaran.

"Lonjakan kejadian minta ampun nian. Meningkat sudah lebih dari 200%. Padahal saat ini baru Agustus. Bagaimana di akhir tahun nanti," ujar Arpan, Senin (17/8).

Padahal, ujar Arpan, saat ini masih belum dalam masa puncak musim panas. Dimana menurut perkiraan, musim panas masih akan berlangsung hingga September dan Oktober nanti.

Karena potensi kebakaran yang semakin tinggi, Arpan minta semua pihak berperan. Tidak hanya yang sifatnya kedinasan. Menurutnya pihak lain juga tidak kalah penting perannya.

"Himbauan melalui media sudah kita lakukan. Juga melalui spanduk dan baliho di setiap kecamatan. Tapi akan lebih efektif kalau himbauan dilakukan pada mesjid-mesjid saat salat Jumat," ujar Arpan lagi.

Ia katakan peran para ulama dan datuk rio (kepala dusun/desa), sangatlah vital. Melalui ulama dan datuk rio, Arpan minta agar selalu dihimbau supaya masyarakat tidak membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Karena paling banyak kejadian adalah lebakaran lahan. Meningkat nian. Sekitar 55% kejadian kebarakan adalah lahan. Di mana penyebab mayoritasnya disengaja, pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar," tambahnya.

Masalah lainnya, terkait kebakaran lahan, adalah terkait skala prioritas tugas pokok damkar. Menurut Arpan, sejatinya tugas damkar adalah menjaga pemukiman. Armada yang ada pun tidak dirancang untuk bertempur pemadaman kebakaran lahan di medan berat.

Pada sisi lain, jumlah data kejadian yang meningkat juga disebabkan semakin luasnya jangkauan pelayanan. Karena saat ini pos pemadam sudah tersebar di beberapa kecamatan.

"Dulu kan banyak kejadian yang tak sempat ditangani. Ya karena tidak dilaporkan ke kita. Kalau sekarang sudah tidak seperti itu lagi. Kita sudah ada di kecamatan-kecamatan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved