RAPBN 2016

Ekonomi 2016 akan Dipermanis Insentif

Pemerintah memperkirakan kondisi ekonomi akan membaik tahun depan. Itulah yang mendasari,

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/YUDHI MAHATMA

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pemerintah memperkirakan kondisi ekonomi akan membaik tahun depan. Itulah yang mendasari, pemerintah penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2016.

Jumat (14/8), Presiden Joko Widodo menyampaikan nota keuangan dan dokumen RAPBN 2016 kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam pidato pengantarnya, ia mengatakan target pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5,5%.

Target itu dibuat dengan asumsi kondisi ekonomi global di tahun depan akan lebih baik. Sehingga pertumbuhan ekspor dan investasi akan meningkat dibandingkan tahun ini.

Namun, untuk mencapai target itu tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi global. Pemerintah juga akan memperkuat kondisi fundamental dalam negeri. Antara lain dengan menyiapkan sejumlah insentif baik untuk industri maupun masyarakat.

Supaya daya beli terjaga, pemerintah akan menambah alokasi untuk kesehatan, pendidikan dan bantuan sosial lainnya.

Salah satunya adalah meningkatkan rasio anggaran kesehatan menjadi 5% dari sebelumnya hanya 3,7%, serta memperluas penerima bantuan tunai bersyarat menjadi 6 juta keluarga sangat miskin.

Hal itu dilakukan berkat realokasi anggaran dari yang bersifat konsumtif seperti subsidi kepada hal yang lebih produktif seperti infrastruktur. "Realokasi belanja ke sektor-sektor produktif diharapkan mampu menggerakan perekonomian nasional," ujar Jokowi, Jumat (14/8) di Jakarta.

Pemerintah juga menyuntikan dana lebih besar ke pemerintah daerah dalam bentuk dana Transfer daerah dan dana desa yang lebih besar dari belanja Kementerian/Lembaga. Total anggaran untuk dana transfer dan dana desa mencapai Rp 782 triliun.

Menteri keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, insentif bagi industri sudah disiapkan sejak saat ini.

Diantaranya dengan penyempurnaan Undang-undang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) yang akan lebih mendorong industri untuk lebih berkembang.

Bambang juga bilang sudah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan mengenai pemberian tax holiday. Dengan insentif ini dihrapakan akan semakin banyak investasi yang masuk.

Bambang memperkirakan invesatsi bisa menyumbang terhadap pertumbuhan sebesar 7,3%. Sementara itu, selain ditopang oleh investasi, pertumbuhan juga akan ditopang diantaranya 5,2% dari konsumsi, 2,5% dari ekspor dan 2,2% dari impor.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved