Muktamar NU

Said Aqil kembali pimpin PBNU

Said Aqil Siraj kembali terpilih memimpin Nahdlatul Ulama (NU) hingga 2020. Sementara itu, KH Mustofa Bis

Editor: Fifi Suryani
ANTARA/ZABUR KARURU
Rais Aam PBNU Mustofa Bisri (kiri) didampingi pimpinan sidang Slamet Effendy Yusuf (tengah) dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kanan) memberikan fatwa saat pembahasan rancangan Tata Tertib Muktamar Ke-33 NU di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Senin (3/8). Gus Mus mengeluarkan fatwa pemilihan rais aam akan ditentukan secara musyawarah mufakat oleh rais syuriah se-Indonesia, dan untuk Ketua Umum PBNU akan dipilih oleh muktamirin. 

TRIBUNJAMBI.COM - Said Aqil Siraj kembali terpilih memimpin Nahdlatul Ulama (NU) hingga 2020. Sementara itu, KH Mustofa Bisri mengundurkan diri dari Rois A'am dan digantikan dengan KH Ma'ruf Amin.

Dalam sidang voting pemilihan ketua tanfiziah Pengurus Besar NU (PBNU) di Alun-alun Jombang, Kamis (6/8/2015) dini hari, Said Agil Siraj berhasil menghimpun 287 suara, di bawahnya ada As'ad Ali dengan 107 suara, dan KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah) 10 suara.
Sidang pemilihan yang dipimpin Sekretaris Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jatim, Akhmad Muzakki, sebenarnya akan melakukan pemilihan tahap kedua karena syarat maju dalam pemilihan tahap kedua bagi As'ad Ali adalah 99 suara. Namun, mantan pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN) itu memilih mundur dari pemilihan, dan memilih mendukung Said Agil Siraj.
"Saya memilih mundur dari pemilihan tahap kedua, dan akan mendukung sepenuhnya KH Said Agil Siraj untuk kembali memimpin NU," kata As'ad.
Pada akhir persidangan, pimpinan sidang juga membacakan surat amanat dari KH Mustofa Bisri (Gus Mus) yang sebelumnya dipilih anggota Ahlul Halli Wal'aqdi (Ahwa) menjadi rais am, yang berisi ketidaksediaan diangkat menjadi rais am. Amanat posisi rais am pun lantas diberikan kepada KH Ma'ruf Amin. Dalam forum Ahwa, wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mendapat paling banyak dukungan rais Syuriah, dengan jumlah total 333 dukungan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved