Musim Kemarau
Jasa Sumur Bor Laris Manis
Musim kemarau yaang berkepanjangan yang melanda di Kota Jambi membuat beberapa sumur milik warga mengering
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Musim kemarau yaang berkepanjangan yang melanda di Kota Jambi membuat beberapa sumur milik warga mengering. Hal ini justru menjadi berkah tersendiri bagi jasa pembuatan sumur bor. Sementara suplai air dari PDAM saat ini makin tersendat-sendat.
Seperti yang dialami pemilik CV. Petra Jaya Bor, Posma mengatakan, pemesanan pembuatan sumur bor saat ini mengalami peningkatan hingga seratus persen jika dibandingkan hari biasa.
"Rata-rata sumur mulai mengering. Apa lagi suplai PDAM sekarang tidak berjalan dengan baik. Makanya biasa dalam satu minggu hanya ada dua yang mesan untuk membuat sumur bor, sekarang sudah hampir empat pesanan," katanya.
Peningkatan yang cukup signifikan ini tentu membuat pihaknya sedikit kewalahan, pasalnya mesin pembuatan sumur bor miliknya hanya ada satu.
"Sebenarnya ada dua, tetapi satu lagi rusak. Untuk pembuatan sumur bor itu bisa memakan waktu dua hingga tiga hari. Solusinya yah saya kasih orderan kepada teman saya yang juga menerima jasa pembuatan sumur bor," ungkap Posma.
Ia juga mengatakan, biasanya permintaan pemesanan sumur bor yakni masyarakat yang khususnya tidak teraliri air PDAM, seperti di wilayah Jambi Timur, Jambi Selatan hingga Kenali. "Rata-rata ada juga lah masyarakat yang sudah di aliri PDAM, tetapi airnya sering macet kata mereka," ujarnya.
Untuk jasa pemesanan dirinya mematok harga mulai dari sembilan juta hingga angka tertinggi yakni Rp 12 juta, itu langsung dengan pemasangan pipa, saluran air, dan mesin pompa. "Yah paling kurang-kurang sekitar Rp 500 ribu masih kita penuhi permintaan mereka," katanya.
Sementara itu hal serupa juga diungkapkan pembuatan dan service sumur bor lainnya yakni Rio. Keringnya sejumlah sumur warga membuat pihaknya turut kebanjiran order hingga saat ini. Dirinya pun mengaku peningkatannya mampu mencapai 50 persen.
"Meningkatnya cukup terasa kalau dibandingkan sebelum kemarau ini. Peningkatannya mulai dari 30 sampai 50 persen," katanya.
Ia juga mengatakan, peningkatan pemesanan sumur bor akan terus terjadi, mengingat musim kemarau saat ini diprediksi berakhir hingga bulan September.