Otomotif
Modifikasi Astrea Star Jadi Lebih Garang
PULUHAN tahun mengutak-atik sepeda motor tidak membuat tangan Marzuki bosan untuk terus menyentuh kuda besi
Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - PULUHAN tahun mengutak-atik sepeda motor tidak membuat tangan Marzuki bosan untuk terus menyentuh kuda besi, justru diusianya yang kini sudah kepala tiga ia tetap kreatif memodifikasi motor tunggangannya.
Belum lama ini dia membeli sepeda motor Honda Astrea Star, meski barang tua dia sangat menikmatinya. Untuk membuat penampilannya berbeda, Zuki sang pemilik pun merubah total tampilan bodi motor hingga bagian mesin. Zuki mengusung aliran street cup yang sedang booming di negeri Jiran saat ini.

Honda keluaran tahun 80-an itu diberikan kaki-kaki yang besar agar terlihat lebih garang dan kokoh, tak tanggung-tanggung Zuki memasang ban Zeneos ukuran 150/80/17 pada velg lebar 4,5 inci. Akibat memasang ban ukuran jumbo pada kaki depan dan belakang, Zuki pun harus menyesuaikan bodi motor agar tampak lebih serasi. Bodi motor dibuat lebih gemuk dan bentang sayap yang diperlebar.
"Banyak yang diubah, springer depan pun harus dibuat lebar menyesuaikan dengan ban yang lebar," katanya saat ditemui di pasar otomotif Jambi, Handil pada Sabtu sore pekan ini.

Warna hitam yang telah usang dimakan usia, diganti dengan cat kuning. Praktis warna baru ini pun langsung menampakkan wajah baru dari sang legenda. Untuk menyempurnakan aliran street cup, Zuki merubah bagian kemudi dengan setang sepeda genio dan head lamp dengan model custom.
Zuki mengaku ingin tampil beda dengan kendaraan model lawas miliknya. "Kalau model street cup di Jambi kan bannya kecil, kalau yang pakai ban lebar kayak gini di Jambi hanya empat," katanya.

Demi memenuhi hasratnya memiliki motor aliran street cup, Zuki membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk mengubah motor lawasnya dengan gaya baru. Bahkan dana yang digelontorkan untuk menuruti hobinya tujuh kali lebih mahal dari harga motor yang dibelinya. Beruntung dia tidak membutuhkan banyak tangan untuk memoles tunggangannya.
"Saya kan punya bengkel, jadi untuk urusan bodi dan mesin semua saya kerjakan sendiri," katanya. Sejak duduk dibangku SMP, Zuki sudah mulai hobi dengan otomotif, bahkan hampir semua sepeda motor miliknya tidak luput dari yang namanya variasi. Katanya, demi hobi orang tidak akan mempedulikan seberapa banyak uang yang dikeluarkannya.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/23072015_astrea3_20150723_103159.jpg)