Arus Balik Meningkat, Warga Serbu Oleh-Oleh Jambi
Toko suvenir dan makanan khas Jambi, Temphoyac misalnya ikut kebanjiran rejeki karena menjadi sasaran para pemudik
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Deddy Rachmawan
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Sejumlah toko oleh-oleh khas Jambi hingga saat ini masih diserbu para pemudik yang ingin kembali ke kampung halamannya.
Toko suvenir dan makanan khas Jambi, Temphoyac misalnya ikut kebanjiran rejeki karena menjadi sasaran para pemudik. Tak heran jika saat ini omset penjualannya mampu melonjak tajam hingga tiga kali lipat.
"Peningkatannya sangat terasa sampai sekarang. Kemarin saja dalam satu hari omset penjualan Rp 800 ribu. Kalau dibandingkan hari biasa perharinya hanya Rp 300 ribu," ungkap Windi Armaini, selaku karyawan toko Temphoyac di dalam kawasan Bandara Sultan Thaha.
Ia mengatakan, rata-rata masyarakat dari luar Kota Jambi memilih sejumlah kaos hingga suvenir sebagai oleh-oleh untuk para kerabatnya. Selain unik, harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Untuk kaos mulai dari anak usia tiga tahun hingga orang dewasa mulai dari harga Rp 55 ribu hingga Rp 95 ribu. Dan untuk aneka sofenir mulai dari harga delapan ribu hingga Rp 12 ribu.
"Selain harganya cukup terjangkau mereka juga membeli sejumlah sofenir sebagai buah tangan untuk kerabatnya," katanya.
Selain itu, Toko Dolen yang berada di kawasan Thehok ini turut dibanjiri para pemudik yang ingin membeli oleh-oleh khas Jambi seperti aneka makanan ringan hingga makanan siap santap lainnya seperti pempek.
"Lebaran ini cukup ramai yang datang. Mereka yang datang rata-rata dari luar Kota Jambi," ujar Sindi, selaku manager operasional toko Dolen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20150721_oleh-oleh_20150721_223501.jpg)