Faisal Basri Sebut Dua Menteri Ini Bergaya 'Sengak'

Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri membuka sejumlah nama menteri yang dinilai tidak patuh terhadap Presiden Joko Widodo.

Editor: Nani Rachmaini
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri didampingi Anggota tim memberikan keterangan mengenai komposisi sumber BBM di Indonesia di Kementrian ESDM, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat , Minggu (21/12/2014). Dalam keterangan tersebut, terdapat beberapa rekomendasi yang akan diajukan kepada pemerintah terkait penentuan harga BBM bersubsidi yang dapat menciptakan insentif bagi penghematan BBM oleh masyarakat dan peningkatan investasi pada industri pengilangan minyak di dalam negeri. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA – Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri membuka sejumlah nama menteri yang dinilai tidak patuh terhadap Presiden Joko Widodo. Menteri yang dia sebut dengan istilah 'sengak' itu harus diganti agar program Nawa Cita berjalan dengan baik.

"Misalnya, (Menteri Perhubungan Ignasius Jonan) yang susah diajak rapat. Dia kalau ditelepon oleh Menko, dia malah bilang, 'Kalau mau rapat, janjian dulu seminggu sebelumnya. Bapak tidak tahu saya sibuk?' kata Faisal dalam diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2015).

Begitu juga dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang menurut dia, Amran punya perilaku sama dengan Jonan.

"Amran sama Jonan sama-sama tidak pernah rapat koordinasi dengan menko perekonomian, satu kali pun tidak pernah. Jadi, memang menterinya sengak-sengak, perlu diganti," katanya.

Dikatakan Faisal, seorang menteri harus melakukan berkoordinasi dengan menteri koordinator. Sebab, jika tidak demikian, yang disalahkan publik adalah menteri koordinator yang langsung berada di atasnya.

Perekonomian di Indonesia yang mengalami keterpurukan kerap dianggap publik sebagai salah dari Menko Perekonomian Sofyan Djalil.

Menurut Faisal, kinerja Sofyan sudah tepat, namun kewenangannya tergerus oleh menteri lain yaitu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri BUMN, dan kehadiran Kepala Staf Kepresidenan.

"Menko Perekonomian ini sial. Ekonomi jeblok dia yang kena. Padahal, Menko ini kewenangannya makin dipereteli oleh Andrinof, Luhut, dan Rini," katanya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved