Khawatir Kabut Asap Ganggu Aktivitas Bandara, Gurit: Kerugian Pasti Ada
Manager Operasional Bandara Sultan Thaha, Gurit Setiawan, mengaku pihaknya khawatir kondisi kemarau yang terjadi di Kota Jambi saat ini.
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Meskipun musim kemarau saat ini belum mengganggu aktivitas operasi di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, namun pihak operasional bandara mewaspadai terjadinya kabut asap jelang hari Lebaran.
Manager Operasional Bandara Sultan Thaha, Gurit Setiawan, mengaku pihaknya khawatir kondisi kemarau yang terjadi di Kota Jambi saat ini bisa mengganggu aktivitas seputar bandara baik sebelum ataupun sesudah lebaran.
"Penumpang saat ini makin meningkat, takut saja saat puncak peningkatan penumpang terjadi kabut asap yang mengakibatkan penerbangan terganggu," katanya.
Ia mengatakan, jarak pandang untuk bisa melakukan penerbangan yakni sekitar 2.000 meter. "Jarak pandang untuk terbang normalnya 2.000 meter, kalau di bawah itu kondisinya cukup riskan. Kalau belum parah, kita akan menyerahkan semuanya ke pihak pilot. Kalau merasa yakin ya pilot akan berangkat," kata Gurit.
Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Jambi agar bisa mengantisipasi terjadinya kabut asap yang bisa mengganggu kegiatan di seputar bandara.
"Kami dari pihak bandara sangat berharap pihak pemerintah bisa mengantisipasi kejadian ini. Kalau untuk kerugian ya pasti ada, yang pastinya rugi waktu kitanya. Yang jelas kita berharap pemerintah bisa mengurangi titik api," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/bandara-jambi-penumpang_20150714_143648.jpg)