Pernak pernik Ramadan
Penjualan Kue Kering di Kota Jambi Menurun
Memasuki pertengahan puasa, penjualan kue-kue kering yang biasanya mulai ramai tahun ini justru mengalami penurunan.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memasuki pertengahan puasa, penjualan kue-kue kering yang biasanya meningkat justru mengalami penurunan.
Hal tersebut dirasakan oleh Tasrim Gunawan, penjual kue kering Sari Wangi di Jl Dr Wahidin, kawasan Simpang Bata, Jambi.
Ia mengatakan, omset penjualan toko kuenya menurun 50 persen dibandingkan tahun lalu.
"Ini karena pengaruh harga sawit dan karet. Biasanya sudah rame pas masuk puasa," katanya kepada Tribun, Kamis (2/7)
Tasrim mengatakan, pemasok kue pun tidak berani memasukkan banyak barang, karena takut menimbulkan bau jika tidak laku.
"Sekarang yang paling banyak dicari pembeli itu, kurma dan sirup, untuk kue masih sedikit," ujarnya.
Ia meyakini, dagangannya akan laku ketika seminggu jelang lebaran.
"Kami pasti banting harga, karena takut rusak kue-kuenya. Pedagang kaki lima pun juga banyak yang jualan sekarang," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/02072015_kue_kering_20150702_153347.jpg)