Keluarga Menolak Buka Peti Jenazah TKI Wiji Astutik
Jenazah TKI asal Kabupaten Malang, Wiji Astutik (34) yang tewas di Hongkong akhirnya tiba di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Wonokerto.
TRIBUNJAMBI.COM, MALANG – Jenazah TKI asal Kabupaten Malang, Wiji Astutik (34) yang tewas di Hongkong akhirnya tiba di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Selasa (23/6/2015) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Jenazah dibawa dengan ambulans milik UPT P3TKI Surabaya Disnaker Jatim berpelat merah L 9166 GP dari Bandara Juanda.
Setiba di rumah, peti jenazah korban langsung diserahkan oleh Agustaf, staf KJRI Hongkong.
Ada ayah Wiji, Supardi, anak semata wayangnya, Rahayu Putri dan adik Wiji, Rinda Lestasi, yang juga bekerja sebagai TKI di Taiwan.
Saat melihat peti jenazah kakaknya, mata Rinda berkaca-kaca menahan tangis.
Sedangkan wajah anak Wiji terlihat sedih dan sesekali memandang peti jenazah ibunya.
Sayang, pihak keluarga tak diizinkan membuka peti jenazah. “Jenazahnya sudah rusak, namun sudah disucikan di Hongkong,” ujar Agustaf.
Setelah itu, pukul 00.30 WIB, peti mati dimasukkan kembali ke ambulans untuk membawa jenazah Wiji ke pemakaman yang berjarak 2 Km dari rumahnya.
Warga mengantarkannya dengan naik motor ke pemakaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ayah-wiji-astutik-supardi-jenazah_20150624_094409.jpg)