Perbankan
Dana Masyarakat Jambi di Perbankan Tembus Rp 22 T
Simpanan masyarakat di perbankan secara triwulanan (qtq) menunjukkan tren perbedaan. Giro dan deposito
Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Simpanan masyarakat di perbankan secara triwulanan (qtq) menunjukkan tren perbedaan. Giro dan deposito berjangka masing-masing mengalami kenaikan 27,7 persen dan 16,4 persen. Sebaliknya, DPK dalam bentuk tabungan mengalami penurunan 9,9 persen.
Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi menyampaikan secara total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh bank umum sebesar Rp22,7 triliun, meningkat 3,5 persen atau sebesar Rp769,0 miliar dari triwulan sebelumnya Rp21,9 triliun.
"DPK bank pemerintah meningkat 7,0 persen, sedangkan bank syariah dan swasta masing-masing menurun 4,6 persen dan 3,5 persen secara triwulan," demikian disampaikan kepala perwakilan BI Jambi dalam KEKR triwulan I 2015.
Menurut BI Jambi, kenaikan DPK bank pemerintah didorong oleh kenaikan giro dan deposito golongan pemerintah daerah. Sementara tabungan mengalami penurunan seiring dengan menurunnya tabungan perseorangan dan golongan perorangan. Untuk penurunan DPK di bank swasta utamanya terjadi pada golongan perseorangan.
Selanjutnya, penurunan DPK bank syariah didominasi penurunan giro golongan pemerintah daerah. Namun sebaliknya terdapat kenaikan deposito oleh golongan pemerintah daerah. Penurunan tabungan terjadi pada golongan sektor swasta lainnya dan perseorangan. Kenaikan deposito yang tidak setinggi kenaikan triwulan IV 2014 (48,9% (yoy)) disebabkan oleh penurunan suku bunga deposito seiring dengan penurunan BI Rate dari 7,75% (November 2014) menjadi 7,50% pada bulan Februari 2015 hingga sampai akhir triwulan laporan.
Berdasarkan lokasi, BI mencatat pertumbuhan DPK tertinggi terjadi di Kabupaten Muara Jambi sebesar 456,1% (qtq), Kabupaten Tebo sebesar 170,4% (qtq) dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebesar 81,1% (qtq). Kenaikan yang signifikan di Muara Jambi tersebut seiring dengan beroperasinya Kantor Cabang Muaro Jambi PT BPD Jambi. Sementara itu Bungo, Batanghari dan Kota Jambi mengalami penurunan. Kendati berdasarkan pangsanya, mayoritas penghimpunan DPK berlokasi di Kota Jambi dan mencapai Rp15,6 triliun (68,8%) diikuti oleh Kerinci dan Bungo masing-masing sebesar Rp1,4 triliun dan Rp 1,3 triliun.