Keluarga Tolak Otopsi, Jenazah Guru Ini Dimakamkan Dinihari
Jenazahnya sudah dimakamkan tadi malam, sekira pukul 02.00 dinihari.
Penulis: muhlisin | Editor: Deddy Rachmawan
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Informasi dari Lubuk Landai, keluarga menolak otopsi terhadap jenazah Pian Saril. Jenazahnya sudah dimakamkan tadi malam, sekira pukul 02.00 dinihari.
"Pernyataan menolak otopai ditandatangani keluarganya. Juga oleh tokoh masyarakat dan camat sebagai saksi. Tapi pihak keluarga bersedia bongkar makam nanti jika diperlukan untuk penyidikan," ujar sumber tribunjambi.com.
Kondisi jenazah Pian Saril mengenaskan. Kapolsek Limbur Lubuk Mengkuang, Iptu Suhendri, mengatakan wajahnya tak bisa dikenali lagi. Kerena sudah membusuk dan berbelatung.
"Dak bisa dikenali lagi. Sudah berbelatung. Dugaan sementara, meninggal sekitar tanggal tiga (3/6) lalu," ujar Iptu Suhendri per telepon.
Pian Saril adalah guru yang mengajar di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Kabar dari warga Lubuk Landai, ia sudah seminggu tidak pulang tanpa diketahui kabar beritanya.
Jawaban atas menghilangnya Pian Saril didapat pada Sabtu (13/6) siang. Ternyata ia tewas dan diduga korban pembunuhan. Ditemukan di kawasan Limbur dalam kondisi sudah membusuk.
Bentrok besar nyaris terjadi pada Sabtu (13/6) malam. Yakni antara warga Dusun Lubuk Landai vs Limbur Lubuk Mengkuang.
Informasi yang dihimpun Tribun, berawal dari penemuan jenazah. Mayat yang sudah berbelatung itu diketahui bernama Pian, warga Lubuk Landai. Pria berprofesi guru ini tewas di Limbur.
Mengetahui ada warganya yang tewas, warga Lubuk Landai tak terima. Sekira pukul 22.00, dengan empat truk dan lima pick up, warga Lubuk Landai bertolak menuju Limbur.
"Kami tidak terima warga kami dibunuh," ujar M Amin, warga Lubuk Landai yang mengkonfirmasi bahwa ada ratusan orang yang berangkat ke Limbur.