Musibah Banjir

Rumah Terendam 1 Meter, Masjid Penuh Pengungsi

"Air masuk kerumah setinggi satu meter. Dan itu membuat kami cemas," ujarnya.

Penulis: Herupitra | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/HERU PITRA

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Banjir bandang menerjang tujuh desa di Kecamatan Pangkalan Jambu, dan beberapa desa di Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin, Jumat (12/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Selain merendam ratusan rumah, banjir bandang tersebut juga memakan korban.

Luapan banjir bandang ini sontak membuat warga pintang-panting menyelamatkan diri dan dicekam rasa takut. Apriadi warga Desa Tigo Alur ditemui di lokasi mengatakan, air mulai mengenangi rumah warga sekitar pukul 01.00 WIB dan terus naik hingga pukul 03.00 WIB.

"Air masuk kerumah setinggi satu meter. Dan itu membuat kami cemas," ujarnya.

Banjir yang mengejutkan itu ungkapnya, membuat warga pontang-panting. Warga panik dan dicekam rasa takut berusaha mencari tempat yang aman untuk bisa tenang.

"Saat kejadian warga sebagian langsung mengungsi ke Masjid yang tidak terkena banjir, terutama kaum ibu-ibu dan anak-anak. Masjid penuh karena semua ngungsi kesana, dan semalaman kami tidak sempat tidur," jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini mereka selalu waswas, jika datang musim penghujan. Sebab sejak maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), banjir selalu datang jika hujan turun.
"Kalau hujan kami tidak bisa tidur, karena khawatir banjir datang," keluhnya.

Pantauan Tribun, banjir yang terjadi kesekian kalinya di wilayah yang dikenal dengan kawasan PETI ini, tergolong cukup parah. Hampir semua desa di Kecamatan Pangkalan Jambu, sampai di Kecamatan Sungai Manau terendam air setinggi 30 sampai dengan 100 Cm.

Selain merendam ratusan rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga ikut terendam, seperti bangunan sekolah, Masjid, Posyandu.
Sementara itu, satu korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lantaran hanyut terbawa arus banjir. Informasi yang diperoleh, korban tewas bernama Syah Danur alias Danong (53) warga Dusun Pulau Desa Tiga Alur, Kecamatan Pangkalan Jambu.

Dikatakannya, banjir yang menimpa tujuh desa, sedikitnya menenggelamkan 414 unit rumah di Kecamatan Pangkalan Jambu dan sebagiannya juga beberapa desa di Kecamatan Sungai Manau.

"Banyak ratusan rumah terendam, karena tidak hanya Kecamatan Pangkalan Jambu tapi juga banjirnya sampai ke Kecamatan Sungai Manau. Sawah warga juga hancur semua," ujarnya.

Dikatakan Kamil, diantara desa desa yang terendam selama tujuh jam tersebut, Desa Tiga Alur yang terparah. Saat banjir sebagian besar warga terpaksa mengungsi ke Masjid.
Herdison Kades Tiga Alur, menambahkan dalam dua bulan terakhirnya, banjir ini sudah ketiga kalinya melanda desanya.
"Namun kali ini terparah, dan ada korban jiwa," ujarnya.
Dia mengatakan, akibat banjir warga kesulitan untuk mengkonsumsi air, karena keruh tidak bisa lagi dipakai.
"Air PDAM mati jadi kami tidak bisa konsumsi air bersih lagi, aliran sungai tidak menentu lagi. Selama ini kalau hujan warga tidak bisa tidur, waswas kalau banjir datang lagi," keluhnya. (pit)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved