Prostitusi Online

Parpol Pengusung Anggota Dewan "Nakal" Harus Tegas

ANGGOTA dewan, pejabat dan pengusaha yang turut disebut-sebut sebagai pelanggan prostitusi online kelas kakap

Parpol Pengusung Anggota Dewan
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM - ANGGOTA dewan, pejabat dan pengusaha yang turut disebut-sebut sebagai pelanggan prostitusi online kelas kakap sangat disayangkan banyak kalangan. Tak sedikit yang kecewa dengan kabar yang sempat panas pekan lalu itu. Posisi mereka sebagai wakil rakyat dan publik figur semestinya bisa berlaku teladan, bukan malah menepuk air di dulang, yang akhirnya membuat wajah mereka basah.

Meski hingga kini para penjaja cinta untuk kalangan legislatif, pejabat dan pengusaha tersebut tak jua diketahui publik, bukan berarti kabar panas yang membuat heboh ini dilupkan begitu saja.

"Sayang banget ya, sampai ada gitu, anggota dewan kan dipilih rakyat harusnya bekerja untuk rakyat, bukan malah seperti itu. Meski perzinahan itu balik lagi ke pribadi masing-masing ya," kata Noviola.

Kendati demikian, menurut Ola panggilan akrab Noviola, inisial anggota dewan yang menjadi pelanggan tak perlu disebut ke publik, sebab hal justru akan memperpanjang masalah, dan lagi akan menduga-duga siapa anggota dewan yang melakukan.

"Nanti malah jadinya pada su'udzon semua, nuduh ini nuduh itu, malah tambah panjang urusannya," celoteh gadis penyuka kuliner Inodesia ini.

Gadis cantik bernama lengkap Noviola Ayu Darmawan ini menilai pihak partai pengusung anggota dewan yang "nakal" harus bisa bersikap tegas. Bahkan bila perlu partai harus meminta anggotanya tersebut mundur sebagai wakil rakyat. Dirinya berharap hal serupa tidak terjadi di Jambi.

Ditutupnya Payo Sigadung dan Langit Biru bukan berarti praktik prostitusi di Jambi bisa selesai, justru dia menganggap saat ini banyak kos-kosan yang digunakan sebagai praktik prostitusi.

"Kan nutup prostitusi itu tidak gampang, bukan dengan cara memulangkan mereka dengan kasih uang sekian, bisa selesai. Bisa jadi mereka tidak pulang tapi pindah tempat. Yang harus disiapkan mestinya lapangan pekerjaan, karena mereka bekarja untuk dapat uang, kalau soal agama mereka banyak yang tahu, mereka salat juga kok," tuturnya.

Ola mengatakan yang perlu disiapkan adalah akhlak generasi muda agar tidak mudah jatuh dalam dunia prostitusi, terlebih anak-anak sekarang ini lekat dengan internet.

"Soalnya anak-anak SMP, SMA ini kan gampang penasaran, nanti buka internet dapat situs prostitusi online." Menurutnya para orang tua harus tanggap dan perhatian dengan perkembangan anak-anaknya.

Selain itu mereka juga harus bisa memberi pemahaman soal bahaya free sex pada anak-anak agar mereka tidak melakukannya. Soal agama juga harus diperkuat, sebab itu dasar pembentukan akhlak.

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved