Breaking News:

SBMPTN

9.426 Peserta SBMPTN Berebut 981 Kursi

Sebanyak 9.426 peserta Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN) 2015, hari ini akan bersaing

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
9.426 Peserta SBMPTN Berebut 981 Kursi
TRIBUNJAMBI/RIDA EFRIANI
Pengawas sedang mengecek peserta SBMPTN 2013. 20 peserta diawasi 2 pengawas

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 9.426 peserta Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN) 2015, hari ini akan bersaing memperebutkan 981 kursi yang tersedia di seluruh jurusan di Universitas Jambi, Selasa (9/6). Mereka berasal dari berbagai kabupaten kota di Provinsi Jambi.

Wakil Rektor I Unja yang juga Ketua Penyelenggara SBMPTN, Maizar Karim, mengatakan sembilan ribu lebih peserta itu akan mengikuti tersebar di 56 program studi yang tersedia. "Mulai dari eksakta maupun yang sosial. Termasuk beberapa di antaranya jurusan baru," katanya saat ditemui, Senin (8/6).

Dibandingkan 2014, jumlah peserta kali ini lebih banyak seribu orang. Sementara kuota yang disiapkan untuk jalur SBMPTN ini berjumlah 981 orang untuk semua jurusan. "Cukup banyak pesertanya dari tahun kemarin. Kuota hanya 981, perbandingannya, 1 banding 10. Hari ini kita lakukan finishing, mudah-mudahan semua berjalan lancar," katanya.

Pantauan Tribun di Unja pada Senin siang, peserta SBMPTN silih berganti datang ke halaman gedung Balairung Sari Unja. Mereka datang melihat lokasi ujian yang sudah ditetapkan panitia. Aktivitas panitia pun tampak sibuk di dalam gedung. Mereka meyusun dan memberi kode setiap kursi yang disiapkan untuk ujian.

Maizar mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa lokasi ujian yang akan difungsikan selama pelaksanaan ujian. Setiap lokal dan ruangan di lingkungan Unja Mendalo difungsikan. Selain itu beberapa lokasi di Telanaipura, "Di Telanai kita siapkan ruang di gedung pascasarjana, kampus kedokteran dan SMA 5 Kota Jambi," katanya.

Ujian SBMPTN 2015 dijadwalkan mulai pukul 07.00-10.00. Untuk pengawasan, Maizar mengatakan pihak penyelenggara telah membentuk 450 kelompok.

Ia menjelaskan setiap kelompok berjumlah 20 orang dan akan diawasi dua orang per kelompok ujian. "Pengawas dari dosen, tenaga pendidikan termasuk juga dari SMA 5. Karena ruangannya kita pakai, jadi kita minta membantu melakukan pengawasan,"katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved