Pertumbuhan Ekonomi
Pengamat: Dana Mengendap Perlambat Laju Ekonomi
Pengamat Ekonomi Jambi DR Pantun Bukit mengatakan dana Pemda yang banyak mengendap diperbankan
Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra
TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Pengamat Ekonomi Jambi DR Pantun Bukit mengatakan dana Pemda yang banyak mengendap diperbankan secara teori berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi, bahkan bisa memicu rendahnya laju pertumbuhan ekonomi.
Selain itu akan mengurangi multiplier efek, dan mengurangi sistem distribusi atau pendapatan. Di sisi lain, semakin banyak dana yang diendapkan di perbankan, semakin menunjukkan besaran dana yang belum digunakan idle akan menghambat pemda dalam memberi pelayanan dasar kepada masyarakat.
Menurut Pantun, ini terjadi lantaran ketidaksiapan pemerintah terutama dalam hal merealisasikan kegiatan proyek yang sudah on the schedule. Terutama dalam realisasi proyek pembangunan. Kita lihat ini sudah mau berjalan bulan Juni, seyogyanya minimal sudah terealisasi 40 persen serapan APBD. Karena artinya hanya tinggal 6 bulan lagi tahun anggaran kerja.
"Kalau pada triwulan sekarang memang tingkat plafond masih rendah. Biasanya mungkin masih di bawah 30 persen serapan APBD," katanya Senin (25/5)
Dengan Pemerintah Provinsi Jambi perlu mempercepat realisasi anggaran sesuai dengan bulannya. Sebab bila berjalan sesuai target maka akan memicu perputaran roda ekonomi serta membuka peluang kerja. Hal ini perlu menjadi perhatian dan tindakan pemerintah, tentunya Gubernur Jambi.
Sementara bagi Bank Jambi sesuai dengan fungsi bank, intermediasi, selayaknya bank pemerintah bank jambi sebagai tempat dana APBD mengendap sebelum dicairkan.
DPK ini kalau memang masih mungkin bank Jambi melakukannya dengan deposito dalam jangka pendek. Artinya ada aliran dana 'Hot Money'. "Bank Jambi juga kalau danannya besar dia bisa bermain di deposito jangka pendek," ungkapnya
Pantun menmbahkan, yang perlu jadi perhatian Bank Jambi adalah selama ini hampir 90 persen penyaluran kredit mengalir ke konsumtif. Semestinya kredit dominan ke produktif supaya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Kalau hanya dominasi kredit konsumtif, pertumbuhan ekonomi jadi tidak berkulitas, karena mempengaruhi tingginya inflasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/05032015_uang_banyak.jpg)