Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Minah Oplosan

Minah Oplosan di Sungaipenuh Tewaskan Mira dan Bayinya

Korban minyak tanah oplosan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh terus bertambah.

Penulis: edijanuar | Editor: Fifi Suryani
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Korban minyak tanah oplosan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh terus bertambah. Kali ini, Mira (30) beserta bayi yang masih dikandungnya, meninggal setelah dirawat selama beberapa hari di Padang.

Untuk diketahui, Mira yang sedang mengandung tujuh bulan, terkena letusan kompor yang diduga berbahan minyak tanah oplosan pada 6 Mei lalu. Akibat luka bakar yang dialaminya, korban dilarikan ke Padang.

Selain membakar korban, letusan minyak tanah yang terjadi Desa Seberang, Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit tersebut juga nyaris membakar rumahnya, namun beruntung warga segera datang, dan membantu melakukan pemadaman, sehingga api tidak membesar.

Tokoh masyarakat setempat, Aswardi, saat dikonfirmasi mengakui hal itu. Dia mengatakan, Mira meninggal di Padang malam tadi.

“Anak yang dikandungnya meninggal lebih dulu,” katanya, Senin (25/5).

Akibat letusan kompor yang terjadi beberapa waktu lalu, korban mengalami luka bakar yang cukup parah, sehingga meninggal meski sudah dirawat ke Padang. “Luka bakarnya memang parah,” jelasnya.

Sebelumnya, akibat minyak tanah oplosan, satu orang warga juga meninggal dunia. Korban bernama Asnah (63), warga Desa Koto Baru, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh, yang menjadi korban kebakaran pada Jumat (10/4) malam lalu.

Asnah mengalami luka bakar ditubuhnya hingga 90 persen. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya korban meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya dikabarkan masih dirawat.

Dalam peristiwa kebakaran ini, ada empat korban yang terbakar, dimana dua diantaranya mengalami luka ringan, yakni atas nama Azhar (75) dan Darmo (60). Sementara satu korban lainnya yang menderita luka berat yakni Darwani (52), yang menderita luka bakar 40 persen.

Untuk di ketahui, peredaran minah oplosan di Kota Sungaipenuh sudah sangat memprihatinkan. Beberapa kali terjadinya kebakaran, penyebabnya diduga bersumber dari minah oplosan yang dibeli oleh warga. Bahkan, pelajar SMK yang sedang praktek, ikut menjadi korban minah oplosan ini.

Sedikitnya 10 warga Kota Sungai Penuh dan empat warga Kabupaten Kerinci, sudah menjadi korban minyak tanah oplosan. Kasus ini terjadi dalam rentang waktu empat bulan terakhir, tepatnya dari awal Januari hingga Mei tahun ini. Ironisnya tidak ada satu pun kasus tersebut yang ditangani Polres Kerinci.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved