Investasi
Rp 2,8 T Mengalir ke Jambi
Provinsi Jambi semakin dilirik oleh para investor. Pada awal tahun 2015 ini sejumlah investor dengan skala besar
Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
TRIBNJAMBI.COM, JAMBI - Provinsi Jambi semakin dilirik oleh para investor. Pada awal tahun 2015 ini sejumlah investor dengan skala besar pun telah mengajukan Izin Rencana Investasi (IRI). Nilainya cukup fantastis, nyaris mencapai Rp 2,8 triliun.
Kepala bidang Pelayanan Perizinan Terpadu, Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) dan Pelayanan Perizinan Terpadu (PPT) Provinsi Jambi, M Siddik menyatakan pada Januari hingga April 2015 terdapat enam perusahaan yang telah mengajukan IRI.
Bidang usaha yang menjadi sasaran utama enam perusahaan tersebut adalah pabrik minyak kelapa sawit, industri karet remah (crumb rubber), perkebunan buah kelapa sawit, industri kertas tissue. Serta industri air dalam kemasan dan air mineral. Diantara ada yang merupakan industri baru, sisanya merupakan investasi pengembangan.
"Secara total sudah ada 6 perusahaan dalam negeri yang rencana berinvestasi, ini kita keluarkan izinnya. Ada yang izin prinsip perluasan, izin usaha penanaman modal, dan izin prinsip perluasan penanaman modal," jelas Siddik kepada Tribun di kantornya, Senin (11/5).
Dipaparkannya, enam perusahaan tersebut diantaranya, pertama PT Lontar Papyrus Pulp dan Paper yang merupakan anak usaha dari Sinarmas Grup. Lontar Papyrus ini akan melakukan ekspansi industri kertas tisuue. Selanjutnya PT Asia Sawit Lestari membuka bidang usaha pabrik minyak kelapa sawit. Perusahaan lain, adalah PT Citroakoprasindo Tani, yang bergerak di industri minyak kelapa sawit.
"Kemudian ada PT Karet Batin Delapan dengan bidang usaha industri karet remah serta PT Bukit Kausar yang akan mengembangkan bidang usaha perkebunan buah kelapa sawit," terangnya.
Terakhir adalah PT Afresh Indonesia, perusahaan yang mengembangkan usaha industri air dalam kemasan dan air mineral.
Terpisah, Humas PT Lontar Papyrus and Paper, Hermawan mengakui pengembang perusahaan untuk tissue. Dia bilang realisasinya akan disegerakan pada tahun ini, sebab saat ini proyek tersebut sudah mulai berjalan. Secara spesifik, jelasnya, penggunaan investasinya dalam bentuk mesin dan pergudangan.
"Proyek sudah mulai berjalan, kita ada menambah land mesin baru, saat ini yang sudah terpasang ada 5 land di Jambi. Nanti bisa jadi 11dengan tambahan 6 di usahakan tahun ini," bebernya, Senin (11/5).
Dia mengatakan industri kertas tissue sangat prospektif, karena tissue telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekarang ini. Untuk itu PT lontar papyrus dan paper memperluas izin usahanya.
Sedangkan PT Bukit Kausar yang merupakan anak usaha PTPN VI Jambi-Sumbar, dikatakan Ahmedi sektretaris PTPN VI nantinya akan mengelola perkebunan buah kelapa sawit. Namun lebih lanjut, Ahmedi belum mengetahui pasti realisasi tersebut.
M Siddik menambahkan target tahun ini sebanyak 15 perusahaan yang bisa diproses izin untuk berinvestasi di Jambi. Pada triwulan I sudah 6 perusahaan, sementara saat ini sudah ada dua perusahaan lagi yang sedang tahap proses perizinan. Dia mengakui dominasi perusahan ke pabrik sawit, karena usaha tersebut masih memberikan peluang besar bagi perusahaan. Kedepan BPMD dan PPT akan tetap mengarahkan pengembangan ke industri hilir agro.
"Sebenarnya masih ada dua lagi perusahaan yang tahap pengajuan izinnya, tapi masih kita proses. Pabrik minyak kelapa sawit dan sektor jasa," jelasnya kepada Tribun melalui saluran telepon, Senin (11/5).
Dengan demikian secara total nilai investasi dari enam perusahaan tersebut mencapai Rp 2.780 triliun. Serta akan menyerap sebanyak 1.306 pekerja di jambi. Sedangkan realisasi investasi hampir mendekati target yang ditetapkan pemerintah pusat untuk provinsi Jambi tahun 2015 sebesar Rp 3,1 triliun. "Kita optimis melihat realisasi yang tercapai, akan mencapai target tahun ini," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/05032015_uang_banyak.jpg)