Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Investasi

Ini Penjelasan 6 Perusahaan yang Berinvestasi di Jambi

Enam perusahan yang berinvestasi di Jambi pada Januari - April 2015 merupakan perusahaan baru dan yang lama

Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri DP

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Enam perusahan yang berinvestasi di Jambi pada Januari - April 2015 merupakan perusahaan baru dan yang lama dengan izin perluasan.

Kabid Pelayanan Perizinan Terpadu Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMD dan PPT) Jambi, M Siddik kepada tribunjambi.com dikantornya, hari ini (11/5) mengatakan ke 6 perusahan tersebut.

Di antaranya, PT Lontar Papyrus Pulp dan Paper merupakan anak usaha dari Sinarmas Grup. Lontar Papyrus ini ekspansi usaha industri kertas tisuue di Tebing Tinggi Tanjung jabung Barat. Disebutkan M Siddik, nilai investasi perusahaan ini sebesar Rp2.241 triliun atau terbesar dari 5 perusahaan lain di triwulan I 2015.

"Perusahaan Lontar Papyrus ini mengajukan pada Januari lalu, dengan jumlah tenaga kerja yang akan terserap 576 orang," bebernya

Setelah itu PT Asia Sawit Lestari dengan bidang usaha pabrik minyak kelapa sawit iBajubang Batanghari dengan nilai investasinya Rp146 miliar. Perusahan lainnya, jelas M Siddik, adalah PT Citroakoprasindo Tani, juga menyasar industri minyak kelapa sawit dengan lokasi proyek Tanjabbar.

PT Karet Batin Delapan dengan bidang usaha industri karet remah yang akan dikembangkan di Bahin 8 Sarolangun. Nilai investasinya Rp 150 miliar.

Selain itu anak perusahaan PTPN dengan nama PT Bukit Kausar juga berinvestasi di Jambi dengan nilai Rp 134 Miliar.

Bidang usahanya perkebunan buah kelapa sawit. Terakhir adalah PT Afresh Indonesia, perusahaan ini mengambangkan usaha industri air dalam kemasan dan air mineral dengan alamat dan lokasi proyek Kumpeh muaro Jambi.

Sehingga menurut data BPMD dan PPT Jambi secara total investasi keenam perusahaan tersebut mencapai Rp 2.780 triliun.

Dengan sebanyak 1,306 pekerja yang akan terserap perusahaan nantinya.

"Sebenarnya masih ada dua lagi perusahaan yang tahap pengajuan izinnya, tapi masih kita proses. Pabrik minyak kelapa sawit dan sektor jasa," tambahnya lagi.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved