Liga Champions
Catat, Ancelotti Tak Pernah Beruntung di Kandang Juventus
Fan si Nyonya Tua membencinya karena kegagalannya mempersembahkan gelar juara.
TRIBUNJAMBI.COM - Juventus adalah titik hitam dalam karier kepelatihan Carlo Ancelotti. Pelatih Real Madrid ini pernah menangani Juventus dari tahun 1999 sampai 2001.
Jangankan trofi Juara Piala Eropa, piala Serie A pun gagal dipersembahkannya untuk para Juventini. Paling banter ia hanya bisa memberikan Piala Intertoto Cup tahun 1999.
Tapi apa daya, Carletto harus melawan Juventus di leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (6/6/2015) dini hari nanti. Laga ini akan disiarkan langsung di SCTV.
Hanya di Juve, ya hanya di klub yang bermarkas di kota Turin itulah ia gagal mempersembahkan trofi piala bergengsi. Di klub lain yang ditukangi, ia selalu memberikan gelar juara: Milan, Chelsea, Paris Saint Germain, dan Real Madrid.
Don Carlo, panggilannya, seperti tak menikmati pekerjaannya di tahun pertama ia melatih. Fan si Nyonya Tua membencinya karena kegagalannya mempersembahkan gelar juara.
Hubungannya dengan ultras di Turin juga tak berjalan baik. Sepekan di Turin, tak lama setelah menandatangani kontrak, mereka mengolok-olok Ancelotti dengan sangat kasar: “A pig can not train”.
Saat itu ia melihat Juventus sebagai musuh. Ingatannya mundur ke belakang tatkala masih sebagai pemain. Ia berjibaku bersama rekan setimnya di AS Roma dan AC Milan mengalahkan Juventus dalam perebutan gelar.
Pun demikian saat ia menangani Parma sebagai pelatih. Saat itu ia berusaha mengangkat Gialloblu ke puncak klasemen sementara. Dan, pesaingnya tak lain adalah Juventus. Situasi yang sama juga dirasakannya saat menangani Milan.
Ancelotti tak pernah benar-benar mencintai Kota Turin. Berada di sana membuatnya merasa tak nyaman. Pria berusia 55 tahun itu menganggap Juventus sebagai ekosistem baru. Ia kesulitan beradaptasi dengan lingkungan tersebut.
Kehidupannya ibarat sebuah kacang digiling dengan mesin. Kini ia adalah pelatih Real Madrid. Ia juga akan kembali ke sana sebagai musuh dengan pasukan dan amunisi yang memiliki efek menghancurkan. Itu akan menutup mulut para ultras yang dulu, dan mungkin juga sekarang, masih membencinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/carlo-ancelotti-madrid.jpg)