Kredit Perbankan
Enam Bank Bisa Raih Insentif
Rencana Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi bank penyalur kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Rencana Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi bank penyalur kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bakal membuat sejumlah bankir besar bersorak-sorai. Hitungan KONTAN, setidaknya ada enam dari 10 bank besar yang mengalami likuiditas sesak.
Mereka adalah Bank Tabungan Negara (BTN), Bank BII Maybank, Bank Danamon, Bank Panin, Bank CIMB Niaga, dan Bank Permata. Enam bank kakap ini hampir atau telah melewati batas aman likuiditas yang dipatok di level 92%.
Retail Banking Director Bank Permata, Bianto Surodjo mengungkapkan, kredit UMKM memang menjadi salah satu fokus pertumbuhan kredit Bank Permata di tahun ini. Saat ini, porsi penyaluran UMKM sudah memenuhi ketentuan minimum tahun ini yakni 5% dari total kredit. "Kami berharap dari tahun ke tahun kredit UMKM terus meningkat sesuai ketentuan," ujar Bianto, Kamis (23/4).
Ada juga Bank Negara Indonesia (BNI) yang berpotensi mendapatkan insentif pelonggaran likuiditas. Saat ini, porsi kredit UMKM mencapai 29% atau jauh di atas ketentuan.
Sejatinya, BNI tidak kesulitan likuiditas lantaran rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (DPK) masih di level 87,8%.
Pertahankan LDR
Rico Rizal Budidarmo, Direktur Keuangan BNI menyampaikan, rencana pelonggaran batas atas LDR akan menjadi pertimbangan perusahaan ini memacu kredit. Tapi, itu tidak serta merta membuat BNI jorjoran menggelontorkan kredit. "Kami akan tetap menjaga rasio LDR di bawah 90%," kata Rico.
Sutanto, Business Banking Director II BNI mengatakan, pihaknya membidik pertumbuhan kredit UMKM sebesar 15%-17% di tahun ini. Hingga kuartal I tahun ini, realisasi kredit UMKM mencapai Rp 77,40 triliun.
Di kelas bank menengah, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) juga bakal diuntungkan. Porsi kredit UMKM di bank milik Sumitomo ini sudah mencapai 22% dari total kredit. "Insentif akan memberikan keleluasan bagi kami," kata Direktur Keuangan BTPN Arief Harris.
BTPN berpotensi leluasa menggenjot kredit di atas target tahun ini yang dipatok tumbuh 15%. Sebab, LDR BTPN telah mencapai level 97% di akhir Desember 2014.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga memilih mempertahankan LDR ketimbang memacu kredit UMKM. Alasannya, risiko kredit UMKM tinggi. Kredit UMKM BRI ditargetkan tumbuh 15%-17%.