Warga Jambi Masih Asing dengan Hari Buku
“Wah nggak tahu mas, soalnya saya nggak hafal hari-hari penting dunia,” kata Shinta, mahasiswi akademi kebidanan
Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Deddy Rachmawan
Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tanggal 23 April diperingati sebagai hari buku sedunia. Kendati demikian di Jambi masih banyak orang yang tak menyadari bahwa Kamis ini merupakan hari buku, meski toko buku di Jambi cukup ramai dikunjungi.
Saat Tribun mengunjungi toko buku Gramedia Jambi, dan coba bertanya pada beberapa pengunjung, banyak dari mereka yang tak mengetahui bahwa Kamis kemarin merupakan hari buku nasional.
“Wah nggak tahu mas, soalnya saya nggak hafal hari-hari penting dunia,” kata Shinta, mahasiswi akademi kebidanan Jambi ini sembari tersenyum.
Tribun pun mencoba bertanya pada Arip seorang pelajar SMA Kota Jambi, yang datang bersama rekannya, juga tidak mengetahui kapan diperingati hari buku sedunia.
“Haduh mas, nggak tau saya. Emang hari ini hari buku sedunia ya?” katanya.
Tak jauh beda dengan Hanafiah, mahasiswi jurusan pendidikan bahasa inggris di perguruan tinggi Jambi ini juga tidak mengetahui bahwa setiap 23 April diperingati sebagai hari buku sedunia. Meski katanya dia sering baca buku.
“Ooh hari bukunya? Saya nggak tahu mas,” katanya sembari tersenyum malu.
Kendati demikian, Ida karyawati toko buku Gramedia Jambi mengatakan banyak pengunjung yang datang ke Gramedia, bahkan pada hari Minggu dan hari libur jumlah pengunjung akan jauh lebih banyak dari Kamis ini.
“Banyak kok yang datang, ada yang cari-cari buku, yang beli juga banyak,” katanya.
Terlebih toko buku Gramedia Jambi juga sedang mengelar Gramedia Book Fair 2015 di lantai dasar. Ada ribuan buku yang didiskon hingga 80 persen. Mulai buku anak, komil, novel, buku bisnis, politik hingga buku agama semuanya diberikan potongan harga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20150423_buku_gramedia_20150423_223715.jpg)