Operasi Antik
Polisi Dilempari Botol Air saat Razia di Lapas Jambi
Kasatgas II Operasi Antik 2015 Polda Jambi AKBP Alihadi usai melakukan razia tidak bisa dimintai keterangan.
Penulis: Muzakkir | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribunjambi, Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -- Kasatgas II Operasi Antik 2015 Polda Jambi AKBP Alihadi usai melakukan razia tidak bisa dimintai keterangan.
Namun menurut anggota yang ikut menggeledah di dalam lapas, keributan di dalam lapas memang karena kesalahpahaman warga binaan dengan anggota yang membawa anjing pelacak.
Kata anggota yang tak mau namanya ditulis, baku hantam memang tidak ada.
Namun saat petugas menggeledah, warga binaan langsung mengamuk dan bersorak-sorai mengusir polisi yang masuk.
"Baku hantam memang tidak ada. Cuman tadi kami dilempari oleh berbagai jenis. Ada air, ada juga botol minuman," kata anggota polisi.
Kata petugas itu, pihaknya yang dibentuk beberapa tim baru akan melakukan penggeledahan di beberapa blok.
"Barusan bejalan nian operasinyo tadi tu," katanya lagi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Operasi Antik 2015 di Lapas Klas II A Jambi rusuh, sejumlah warga binaan lapas Jambi mengamuk.
Informasi yang didapat, keributan terjadi karena puluhan polisi yang datang dari Polda Jambi itu membawa anjing pelacak.
Warga binaan tak ingin polisi melakukan penggeledahan menggunakan anjing pelacak. Pasalnya semua peralatan yang ada tersebut diperiksa oleh dan dijilat oleh anjing pelacak yang dibawa oleh polisi.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Jambi, Zulkipli Bustomi yang didampingi oleh Kalapas Klas II A Jambi Suyatna ketika dikonfirmasi usai melakukan razia membenarkan hal itu.
Kata Suyatna, operasi yang digelar hampir pukul 21.00 wib itu ribut karena kesalah fahaman antara warga binaan.
"Ribut kecil saja, tidak sempat baku hantam. Itu kesalah fahaman saja," kata Zulkifli, Senin (13/4) malam