Ini Alasan Kenapa Hutan Pematang Damar Disebut Ladang Duit
Hadi bersama beberapa pencari anggrek lainnya pun memutuskan untuk tak lagi menjual Anggrek dari hasil hutan pematang damar.
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Deddy Rachmawan
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selain anggrek macan, jenis anggrek lainnya yang memiliki harga cukup fantastis adalah jenis anggrek Medusae. Dan itu juga terdapat di hutan Pematang Damar. Dalam satu batangnya harga jual jenis anggrek ini dihargai empat sampai lima ribu perdaun.
"Kalau tahun 2009 harga jenis medusae dihitung per daun. Dalam satu batang panjang bisa sampai 4 meter, kalikan saja daunnya berapa kali 4 ribu. Kalau misal daunnya ada 200 kali empat ribu itu kan duit,"kata Hadi.
Karena potensi ekonomi itulah, Hadi bersama 24 orang anggota pecinta anggrek yang tergabung dalam GMB kemudian berupaya mengajak warga yang memiliki lahan di sekitar pematang damar untuk tidak menjualnnya.
Sadar dengan semakin berkurangnya hutan habitat anggrek di kecamatan Maro Sebo Hadi bersama beberapa pencari anggrek lainnya pun memutuskan untuk tak lagi menjual Anggrek dari hasil hutan pematang damar.
Bersama 24 orang pecinta Anggrek lainnya, ia pun kini fokus untuk menyelamatkan area hutan Anggrek yang ada disana.
"Ini potensi ekonomi luar biasa. Lebih besar hasilnya dari pada kita jual lahannya ke perusahaan. Tapi setiap saya bilang ke warga lainnya mereka tidak percaya. Entah sudah berapa kali apa yang saya sampaikan dianggap ngaur. Malah saya pernah dianggap gila,"kata Hadi kepada Tribun.
Namun, ia tak patah arang berbagai upaya terus dilakukannya bersama anggota GMB lainnya untuk nenyadarkan masyarakat untuk menyelamatkan Besakat (Anggrek.red) lokal yang ada disana.
Apala lagi, saat ini menurut Hadi, anggrek lokal muaro jambi hanya ada di lahan seluas 240 hektar. Ia khawatir kalau suatu saat potensi kekayaan alam dari leluhur masyarakat disana sampai hilang karna beralih fungsi menjadi perkebunan.
"Dulu banyak, kayak di desa danau lama dulu juga banyak. Tapi karna lahan warga dijual keperusahaan sekarang sudah jadi perkebunan sawit. Makanya kami berharap hutan anggrek satu-satunya di sini (kecamatan muara sebo) bisa diselamatkan,"katanya.

Apa lagi, beberapa anggrek dari pematang damar saat ini sudah cukup dikenal. Bahkan beberapa diantaranya sudah meraih 7 penghargaan dalam kontes pameran anggrek di tingkat provinsi. Bahkan, anggrek dari pematang damar ini sudah mewakili kabupaten muaro jambi ketingkat nasional.
Selain potensi Angrek, ada juga keberadaan kalong serta sialang (madu alam) yang bisa di kembangkan masyarakat.
"kalau sialang ini banyak, warga juga bisa melakukan memanfaatkan ini. Jadi, rasanya kalau sampai beralih fungsi mungkin anak-anak di disini dak tau lag yang namanya anggrek. Makanya saya dan kawan-kawan kemarin kami kumpulkan setiap jenis anggrek kami bawa kerumah, karna sudah sering ada rencana perusahaan mau membuka perkebunan. Suatu saat kalau bisa diselamatkan akan kami kembalikan lagi ke sana,"kata Hadi.