Penyalahgunaan Narkotika

Bandar Sabu di Merlung Beli Sabu Langsung ke Medan

Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, Kamis (26/3) meringkus bandar narkoba di Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bandar Sabu di Merlung Beli Sabu Langsung ke Medan
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, Kamis (26/3) meringkus bandar narkoba di Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Keduanya adalah H dan S yang juga merupakan jaringan antar provinsi yang sudah menjadi Target Operasi (TO) sejak 2013 lalu.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Bambang Sudarisman mengatakan, keduanya diringkus di area perkebun sawit di wilayah Merlung, dengan barang bukti yang diamankan 22 gram narkotika jenis sabu-sabu dan puluhan butir pil ekstasi.

“Barang bukti yang disita 13 paket sabu-sabu ukuran besar seharga Rp 800 ribu per paket, kedua 8 paket seharga Rp 500 ribu per paket, dan satu paket kecil seharga Rp 200 ribu. Ada uang Rp 3,1 juta. Dan, 36 butir pil ektasi," tutur Bambang Sudarisman, kepada wartawan, Jumat (27/3).

Pelaku S kata Bambang, adalah bandar besar di daerah Merlung, dan juga merupakan jaringan antar provinsi. Dari pengakuan pelaku, narkoba tersebut dibawa dari Medan ke Jambi dengan menggunakan jalur darat, dan transportasi umum.

Penangkapan ini, kata Kapolda, berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat. Dari informasi itulah, Wadir Narkoba bersama anggotanya berhasil menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti.

"Dari pengembangan, barang yang dimiliki tersangka sebelum ditangkap adalah 50 butir pil ekstasi namun sudah dijulanya 14 butir, dan sabu-sabu dari 40 gram terjual 18 gram, sisanya 22 gram yang diamankan," beber Kapolda.

Sementara, tersangka S mengaku sudah dua tahun jadi bandar, dengan cara mengambil langsung barang dari Medan. Dalam sekali traksaksi di Medan, dirinya membeli 20 hingga 40 gram sabu, satu gram dibeli seharga Rp 900 ribu. Selanjutnya ia jual dengan harga Rp 1,1 juta per gramnya. Dari keuntungan yang diperolehnya sebut S, ia gunakan untuk mengkonsumsi sabu. Sebab, dia juga merupakan pengguna aktif.

“Keuntungan satu gramnya, sekitar 300 ribu an,” sebut S, kemarin.

Penulis: budi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved