Tentara Jepang Coba Cabuli Anak Kepala Kantor Pos

Dan ia masih dalam penyamarannya sebagai seorang pria. Hingga suatu ketika, musibah itu nyaris menimpanya.

Tentara Jepang Coba Cabuli Anak Kepala Kantor Pos
net
Cover buku Disguised

TRIBUNJAMBI.COM – Tentara Jepang di masa penjajahan, identik dengan Jugun Ianfu. Mereka mengambil wanita pribumi sebagai budak seks.

Dan ternyata kesepian dari keluarga di Jepang itu kadang membuat mereka benar-benar buta. Bahkan, mereka ada yang mencoba melampiaskan nafsunya kepada bocah pria.

Berikut kisahnya. Anak belasan tahun itu namanya Rita. Rita la Fontaine de Clercg Zubli. Dari namanya jelas, ia seorang wanita.

Tapi kondisi perang membuatnya ia menyaru menjadi sosok anak laki-laki.

Rita, ialah anak Kepala Bagian Post Telegraaf en Telefoondienst Jambi. Cikal bakal Kantor Pos di Jambi sekarang. Ini kisah ketika Belanda hengkang dan penjajah Jepang masuk ke Indonesia, termasuk Jambi pada 1942.

Singkat cerita, Rita dalam penyamarannya bekerja kepada Jepang. Dan ia masih dalam penyamarannya sebagai seorang pria. Hingga suatu ketika, musibah itu nyaris menimpanya.

Ia diundang oleh seseorang tentara Jepang yang bertugas di Jambi dan memiliki Jabatan ketika itu. Tentara Jepang itulah yang coba mencabulinya.

“Tak diragukan lagi aku melawan orang gila. Ia terengah-engah dan berkata “Aku mengingingkanmu! Tolong aku butuh kau!”

Aku berhasil membalikkan badn dan menghadapinya. “Tidak, tidak seruku. Aku melawannya mati-matian, menamparnya, dan meludahinya”

Itulah sekelumit kisah yang diceritakan oleh Rita la Fontaine anak kepala kantor pos Jambi yang pertama di masa colonial dulu.

Ia menuangkan dalam bukunya Disguised yang diterjemahkan menjadi Sang Penyamar, Memoar Masa Perang yang diterbitkan Gramedia,

Banyak kisah yang diuar Rita di buku itu. Pengalamanya di Jambi di masa peralihan dari penjajah Belanda ke tentara Heiho.

Penulis: deddy
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved