Ekspedisi Kucing Emas Tribun Jambi

Jalur Ekstrem dan Sulitnya Temukan Jejak Kucing Dahan

Artinya jumlah populasi di alam kurang dari 10.000 ekor dan terus mengalami penurunan.

Jalur Ekstrem dan Sulitnya Temukan Jejak Kucing Dahan
TRIBUN JAMBI/EKO PRASETYO
Tim Peneliti dan Konservasi macan dahan saat memulai dan mengecek penelitian di Taman Nasional Bukit Seblat (TNKS). 

"Hasil dari kamera trap ini nantinya akan membantu identifikasi objek yang kita tuju, mulai dari tren populasi, pola gerak atau persebaran macan dahan dan interaksi sesama kerabat kucing liar lainnya,"terangnya.

Hari Kamis (5/3) Tim kedua pun mulai turun menyusuri hutan Kerinci dari kegiatan penelitian yang dimulai sejak Minggu (2/3), demi mengumpulkan data di kamera trap yang terpasang.

Dan pada esoknya, di hari Jumat (6/3), tim satu yang juga diikuti oleh Tribun Jambi mulai turun menyusuri hutan tempat pengambilan data kamera trap.
Tepat pada pukul 13.00 WIB teriknya cahaya matahari menjadi pendamping bagi tim Wildcru menyusuri jalan setapak menuju kamera trap yang akan dituju. Mungkin bagi mereka yang melihat, tantangan menyusuri jalan di area TNKS terlihat gampang.

Namun area yang berbukit, serta tanaman liar dengan duri di setiap helai daunnya menjadi rintangan yang harus dihadapi demi penelitian tersebut. Teringat perkataan teman dalam satu tim penelitian, teriknya matahari dilontarkan dengan kata guyonan.

"Mantap ni cuacanya sedang terang bulan,"sebut satu anggota dalam ekspedisi penelitian macan dahan yang disambut tawa anggota lainnya.
Panjangnya medan yang harus dilalui, terasa sepi bila tidak diisi dengan sedikit tawa atau guyonan seperti itu.

Perjalanan bagi tim satu ditargetkan menempuh jarak puluhan kilometer, akan tetapi untuk media diberikan jatah selama tiga hari dua malam untuk menemukan tanda-tanda macan dahan.

Mengingat faktor trak yang semakin ekstrim untuk dilalui serta faktor fisik tim media yang tidak bisa disamakan oleh tim Wildcru.

Satu anggota Wildcru yaitu Ibenk juga menyebutkan, bagi tim media waktu tiga hari dua malam akan menghabiskan perjalanan sepanjang 10 kilometer lebih.

"Bila melanjutkan lebih jauh, kondisi bukit dan rintangan semakin sulit, jadi kita berharap mampu menemukan tanda-tanda macan dahan sebelum pulang,"katanya.

Namun waktu yang sangat singkat bagi tim media diharapkan mampu menemukan satu dari primadona keluarga kucing liar di wilayah area hutan Kerinci tersebut. Dan kini masih menjadi misteri bagi tim media untuk menemukan macan dahan yang mengikuti trip ekspedisi penelitian dan konservasi itu. 

Penulis: ekoprasetyo
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved