Korem Pajang Offset Harimau, Polhut dan BKSDA Jambi

Pihak Komando Militer Resor 042/Garuda Putih Jambi diketahui memiliki sebuah offset harimau sumatera dewasa yang memiliki panjang sekitar dua meter.

Korem Pajang Offset Harimau, Polhut dan BKSDA Jambi
KOMPAS / WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi. Petugas memperlihatkan salah satu dari dua kulit harimau sumatera di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2012). Kulit satwa yang terancam punah tersebut disita dari pedagang yang melakukan transaksi perdagangan barang tersebut di Cilandak, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak Komando Militer Resor 042/Garuda Putih Jambi diketahui memiliki sebuah offset harimau sumatera dewasa yang memiliki panjang sekitar dua meter. Offset tersebut disimpan di dalam sebuah kaca besar dan dipajang di depan ruang pertemuan Korem 042/Gapu.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jambi Sahron mengaku tak mengetahui adanya offset tersebut. Dirinya juga mengatakan akan menunggu ada laporan dari masyarakat mengenai keberadaan offset harimau sumatera di kantor Korem Jambi.

“Kan belum ada yang melapor, nanti kalau ada masyarakat yang melapor baru kita tidaklanjuti. Kalau kita bilang itu melanggar tapi nyatanya tidak ada? bisa dituntut orang saya,” kata saat ditemui di kantor BKSDA Jambi, Senin (23/2).

Dia yang awalnya semangat akan menyita kepemilikan satwa maupun bagian-bagian satwa yang dilindingi dari masyarakat tiba-tiba mengendur dan mengatakan kantor Korem yang ada di Kota Jambi bukan wilayahnya, melainkan wilayah Abdullah yang kini menjabat sebagai koordinator Polhut BKSDA Jambi.

“Itu bukan wilayah saya, wilayah pak Abdullah, dia yang lebih tepat,” katanya.

Sementara Abdullah yang ditemui, mengatakan dirinya tak bisa bicara banyak mengenai perampasan kepemilikan satwa milik masyarakat maupun instansi yang tak dilengkapi izin penitipan dari BKSDA. Menurutnya pihak humas BKSDA yang lebih tepat untuk bicara.

“Ada satu instansi yang mungkin tak bisa dilakukan, tapi lebih jelas ke bagian humas saja biar satu suara. Saya ikut perintah saja,” katanya.  

Cahya Humas BKSDA yang ditemui mengatakan bagian lapangan (Polhut) lebih mengetahui apa yang terjadi di lapangan, dan bagaimana yang harus dilakukannya sebagai seorang Polhut. Sebab katanya, Polhut memiliki wewenang melakukan penangkapan bagi pelanggar hukum.

Selama ini BKSDA Jambi menitipkan satwa sitaannya di Taman Rimba Jambi yang menjadi satu-satunya taman satwa di Jambi. Di sana juga dititipkan offset harimau. Selain itu offset harimau juga dititipan di Museum Siginjai Jambi. (*)

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved