Kebakaran di Mayang
Didi Nekat Terobos Kobaran Api
Didi (19) terpaksa harus mendapatkan perawatan akibat luka bakar dipunggungnya. Ini terjadi setelah kobaran api melahap
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Didi (19) terpaksa harus mendapatkan perawatan akibat luka bakar dipunggungnya. Ini terjadi setelah kobaran api melahap toko sepeda milik orangtuanya di jalan Ir H Juanda, kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Senin (23/2) sekitar pukul 08.00 pagi kemarin. Api menyambar tubuhnya yang terngah tertidur pulas.
Korban yang terlelap di dalam kamarnya tak menyadari api membesar. Sementara, ibunya saat itu sedang berbelanja di Pasar Mama yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. Ia baru tersadar setelah melihat api mulai membesar. Karena panas, Didi pun akhirnya terbangun dan menyadari dirinya sedang dikepung api.
Didi yang terjebak di dalam kamar yang mulai terbakar pun panik. Ia kemudian nekat menerobos kobaran api hingga menyambar baju di bagian punggungnya,
"Kenanya waktu mau keluar dari kamar. Waktu bangun api sudah mulai besar,"katanya.
Beruntung ia berhasil menerobos kobaran api. Meski harus mengalami luka bakar di bagian punggung, lengan serta bagian rambutnya.
Dari pantauan Tribun dilapangan, saat kejadian, Redila K als Ayen, ibu korban Didi langsung histeris saat tiba di lokasi kejadian. Ia mendapati bengkel sepeda yang selama ini menjadi tempat mencari nafkah dipenuhi kepulan asap.
Sejumlah personel pemadam kebakaran dibantu warga dan aparat kepolisian setempat tampak berupaya melakukan pemadaman.
"Semua barang tebakar, anak saya kena api. Kami baru balek dari pasar, tau-taunya sudah macam ini," katanya singkat kepada awak media.
Tidak satupun isi bengkel yang berhasil diselamatkan. Akibat peristiwa ini, Ayen merugi sekitar 50 juta rupiah.
Tak hanya toko sepeda milik Ayen, amukan si jago merah juga turut menghanguskan toko pakaian satu lantai milik Luthfi. Sedangkan satu toko lagi yakni sebuah salon hanya mengalami rusak ringan akibat sambaran api.
Saat kejadian, ruko masih dalam kondisi kosong tanpa pemilik. Kejadian ini baru diketahui setelah api mulai membesar.
"Kami nengok asap dari rumah, arahnya dari ruko ini. Langsung di cek, tau-taunya toko nenek kami tebakar juga," kata Rahma, seorang keluarga korban.
Seorang warga, Wati mengatakan dirinya kaget dengan adanya kebakaran tersebut. Awalnya dirinya penasaran dengan adanya asap hitam yang mengepul. " Ku kiro apo, ado asap hitam nian," kata Wati. Setelah tiba di lokasi, Wati langsung meminta pertolongan pada sekitar ruko tersebut. Sehingga warga yang menolong langsung menyiram dengan air seadanya. "Orang-orang langsung menyiram dan menyelamatkan barang yang ada," katanya. Namun Wati tidak tau pasti apa akibat kebakaran tersebut.
Untuk mengamankan jalannya proses pemadaman, tim pemadam kebakaran dibantu personel kepolisian terpaksa menutup jalan sementara waktu. Empat armada Damkar tampak berjejer didepan bangunan yang terbakar. Api baru dapat dijinakkan sekitar pukul 09.20 wib. Damkar mengerahkan 40 personelnya menanggulangi peristiwa ini. Tercatat tiga bangunan ruko terbakar dalam peristiwa ini. Dua diantaranya rusak parah.
"Sumber api dari bengkel sepeda. Dugaan sementara arus pendek listrik," kata M Darmawi, Kabag Ops Dinas Damkar Kota Jambi.
Untuk kerugian pihaknya belum bisa menaksir kisarannya.
"Yang jelas 3 toko tadi full isinya terbakar jadi nominalnya belum bisa dipastikan, pemiliknya lebih tahu," ungkapnya.
Damkar mengerahkan empat armada dari kota. Pihaknya mendapat kabar pada pukul 8.30 WIB. "Proses mematikannya ada setengah jam dan pendinginannya 1 jam. Jadi total 1,5 jam," terangnya. Disebutkannya ada satu korban luka bakar, yakni anak dari pemilik bengkel sepeda.
Kebakaran kali ini adalah yang kedelapan di tahun 2015 ini. Darmawi mengatakan bahwa ada Dua kali kebakaran terjadi pada Januari lalu dan enam kali pada bulan Februari.
"Bulan Januari dua kali dan sisanya Februari ini," ungkapnya.
Sementara itu Yusri, Lurah Simpang III Sipin yang ditemui di lokasi kejadian menyatakan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. "Sekitar setengah M lah, yang toko bengkel saja menurut korban sekitar 50 juta. Belum termasuk toko pakaian sama bangunan," kata Yusri.