Diyakini Bisa Kebal, Kumis Harimau pun Diburu

Cukup banyak satwa dilindungi di Jambi yang diperdagangkan ke Jawa dan Jakarta.

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Cukup banyak satwa dilindungi di Jambi yang diperdagangkan ke Jawa dan Jakarta. Direktur Profauna Indonesia Rosek Nursahit menyebutkan satwa yang sering diperdagangkan, yakni harimau, gading gajah, kukang, monyet ekor panjang dan owa (kera tak berekor).

Namun menurutnya pedagangan harimau paling marak di Jambi. Sebab semua bagian tubuh harimau laku dijual, mulai dari kulit, tulang, kuku, taring, hingga bulu kumisnya. Maraknya perdagangan harimau ini juga didorong perilaku masyarakat yang percaya bahwa harimau punya kekuatan magis.

“Harimau itu simbol kekuasaan, terus ada yang percaya itu buat jimat, kumisnya bisa anti peluru. Tapi itukan gak logis ya, harimaunya saja mati ditembak masak orang yang punya kumisnya gak anti tembak, itu kan gak logis,” tuturnya, saat dihubungi via telepon, Sabtu (21/2).

Sementara gading gajah menunjukkan kemewahan kehidupan seorang pemiliknya. Gading gajah banyak digunakan sebagai hiasan, atau bahkan aksesoris yang dijual dengan harga yang mahal.

“Kalau gading itu lebih pada prestis, kemewahan. Orang kalau punya gading di rumahnya itu melihatkan kemewahan,” imbuh Rosek.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved