Pembunuhan Sadis di Sarolangun

Sadis, Dak Punyo Hati Lagi

Sadis dan biadab. Itu yang diungkapkan sejumlah warga saat menyaksikan aksi brutal Hendi (35) warga Desa Taman Bandung

Penulis: qomaruddin | Editor: Fifi Suryani
zoom-inlihat foto Sadis, Dak Punyo Hati Lagi
TRIBUNJAMBI/QOMARUDDIN
Warga mengevakuasi kepala korban pemenggalan di Sarolangun.

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sadis dan biadab. Itu yang diungkapkan sejumlah warga saat menyaksikan aksi brutal Hendi (35) warga Desa Taman Bandung Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Hanya gara-gara sepele, pelaku tegar menebas leher istrinya hingga putus. Tak sampai disitu, pelaku kemudian menenteng kepala istrinya sejauh 10 kilometer dari lokasi kejadian.
"Sudah gilo kayaknyo, sadis, lah dak punyo hati lagi. Lah sudah bunuh istri dewek. Malah kepalonyo ditenteng macam dak salah nian," ungkap seorang warga Seko Pauh yang minta tak disebutkan namanya kepada Tribun ketika dikonfirmasi, Minggu (15/2) kemarin.
Dikatakannya, akibat peristiwa yang terjadi pada Sabtu (14/2) siang ini, membuat warga ketakutan. Beruntung polisi cepat datang. Dibantu warga, pelaku akhirnya berhasil dibekuk.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sarolangun, AKBP Ridho Hartawan melalui Kapolsek Pauh, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Darmawan menyatakan, pembunuhan sadis yang mengakibatkan tewasnya seorang istri terjadi pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 10.00 wib.
Sebelum terjadi aksi ini, sang suami Hendi bersama istrinya yang menjadi korban, Riska (37) bersama-sama pergi ke kebun karet. Bahkan sesampainya di kebun tersebut, pasangan suami istri ini sempat menikmati sarapan pagi bersama dan kemudian bekerja menuju bak getah.
"Mereka ribut di kebun karet. Ya, gara gara soal sepele. Awalnya pelaku dan korban cuma cekcok mulut pas makan siang. Selesai dari sana korban nak makan siang," papar Kapolsek, Minggu (15/2) kemarin.
Begitu korban hendak makan siang di areal kebun, sang suami menyusul sang istri hendak makan juga.
"Tapi pas lihat suami datang, sang istri sempat ngomong nak ngapo kau makan lagi, tadi kan sudah makan dan sambal be sudah kau habis ke pelaku," papar Darmawan.
Dengar apa yang disampaikan oleh sang istri, membuat pelaku langsung emosi dan langsung mengayunkan golok yang dibawa sehari-hari saat berladang ke arah leher korban. Ayunan golok ini membuat Riska langsung mengalami luka.
Dikatakan Kapolsek, korban sempat berlari menghindari amukan suaminya. Namun Riska tak berdaya. Kucuran darah yang keluar akibat luka yang diderita membuat tubuh Riska melemah.
"Ya, korban sempat lari. Karena tak tahan luka dan darah ngucur deras, korban jatuh pingsan," katanya.
Pelaku yang kalap kemudian mendatangi korban dan menebaskan goloknya lagi di bahu korban bagian kanan sebanyak dua kali.
Ia mengatakan, merasa tidak puas pelaku langsung menggorok leher korban hingga putus.
"Sadisnya, usai menggorok leher istri sendiri, pelaku pergi, sembari menenteng kepala korban. Sedangkan tubuh istrinya ditinggal di lokasi kejadian," terangnya.
Darmawan menyatakan pelaku berhasil diamankan setelah pihak kepolisian turun ke lapangan. Dibantu warga, polisi berhasil membekuk pelaku yang telah berada di desa tetangga yakni Desa Seko Besar Pauh yang berjarak 10 km dari lokasi kejadian.
"Pelaku sudah kita amankan di Mapolres Sarolangun. Ya, informasi sementara dari masyarakat pelaku ini disinyalir mengalami gangguan kejiwaan. Tapi untuk mastikannya waktu dekat ini akan kita bawa ke RSJ Jambi dicek kejiwaannya," katanya.
Pelaku menurutnya, dikenakan pasal 338 KUHP Jo pasal 351 ayat 3 ancaman penjara maksimal 20 tahun penjara, pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved