Batu Surga yang Terbanyak Dipegang

Namun, memang batu seolah cukup lekat dengan manusia sedari zaman dulu. Tak heran ada zaman megalitikum, ketika batu-batu menjadi magnum opus

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan

TRIBUNJAMBI.COM – Booming batu akik belum surut. Tiap daerah bahkan menonjolkan batu khas daerahnya masing-masing.

Namun, memang batu seolah cukup lekat dengan manusia sedari zaman dulu. Tak heran ada zaman megalitikum, ketika batu-batu menjadi magnum opus orang masa lalu pada zamannya.

Bicara batu, bagi seorang muslim tentu tak asing dengan hajar aswad. Itulah batu hitam yang ada di ka’bah. Batu yang dulunya berwarna putih.

Rasulullah SAW dalam sabdanya mengatakan “Hajar Aswad turun dari surga dengan warna yang jauh lebih putih dari susu. Kemudian menjadi hitam karena dosa-dosa anak Adam. (HR At Tirmidzi).

DR Muhammad Ilyas Abdul Ghani dalam bukunya Sejarah Kota Mekah Klasik dan Modern (penerbit Akbar) menulis Hajar Aswad saat turun dari surga adalah batu yaqut dari sekian banyak batu yaqut yang berada di surga.

“Kemudian dihadirkan pada Ibrahim agar dia meletakkannya di salah satu rukun(sendi atau sudut) Ka'bah. Lalu, Rasulullah mengambilnya dengan tangannya yang mulia dan meletakkanya di tempatnya semula saat dilakukan rehabilitasi Ka'bah,” tulisnya.

Dalam berhaji, atau pun umrah banyak saat tawaf sangat dianjurkan untuk menyentuh batu dari surga itu. Muhammad Ilyas Abdul Ghani mengatakan tempat ini adalah tempat yang mustajab untuk dikabulkannya doa.

Hajar aswad kelak akan memberi kesaksian pada hari kiamat bagi siapa saja yang memegangnya dengan penuh keyakinan dan benar. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Trmidzi bahwa Rasulullah bersabda “Demi Allah, Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat. Hajar Aswad akan memiliki dua mata untuk melihat dan memiliki lidah untuk berbicara. Ia akan memberi kesaksian bagi siapa saja yang memegangnya dengan penuh keyakinan dan benar,” hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.


Hajar Aswad adalah batu yang berada tepat di sisi selatan Ka'bah dengan ketinggian 1.10 meter dari tanah thawaf. Panjangnya sekitar 25 cm dan lebamya adalah 17 cm. Dia tertanam di dalam tembok Ka'bah. Awalnya dia adalah satu keping. Namun, karena banyaknya peristiwa yang terjadi di masa Quramithah dan peristiwa lainnya, maka bagian atas yang tampak dari Hajar Aswad itu pecah dan tampak pada kita menjadi delapan kepingan dengan ukuran yang berbeda-beda.

Maka, dengan keberadaan hajar aswad sejak ribuan tahun lalu. Seiring pula banyaknya kaum muslimin yang beribadah di ka’bah kiranya tak salah bila disebut inilah batu dari surga yang terbanyak dipegang umat manusia. Wallahu a’lam.

Tags
Batu Akik
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved