Target Ekspor Karet Jambi Turun 5.000 Ton

Tahun ini, gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Jambi menargetkan ekspor karet 320 ribu ton.

Penulis: hendri dede | Editor: Deddy Rachmawan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tahun ini, gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Jambi menargetkan ekspor karet 320 ribu ton. Target ekpor ini, bila dibanding tahun lalu menurun 5.000 ton.
Sekretaris Gapkindo Jambi, Hatta, mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan ekspor. Negara impor sudah banyak yang produksi karet, sehingga permintaan dalam negeri mereka terpenuhi.
"Pengaruh buyer mengurangi pembelian, karena masih ada stok. Mereka mengurangi impor untuk menumbuhkan ekonominya. Buyer Tiongkok dan Jepang yang besar (pengurangannya), kalau Amerika masih beli," terang Hatta kepada Tribun, Senin (19/1).
Disamping itu, jelas Hatta, bahan baku karet juga berkurang, yang dipengaruhi keadaan cuaca saat ini. Secara tahunan perkembangan ekspor Gapkindo Jambi yang beranggotakan 12 perusahaan mulai tahun 2013 sebanyak 312 ribu ton, meningkat menjadi 325 ribu ton di 2014.
Sedangkan permintaan dan ekspor karet Jambi masih didominasi tiga negara importir, yakni Tiongkok, Jepang, dan Amerika, yang banyak diolah oleh perusahaan otomotif seperti untuk bahan dasar pembuatan ban dan lainnya.
Gapkindo optimistis ekspor karet tahun ini akan membaik, meskipun tergantung pada permintaan tiga negara tersebut. Dikatakan Hatta, ke depan infrastruktur lebih baik untuk kemudahan kegiatan ekspor, seperti pengadaan kapal-kapal ekspor yang sesuai dengan jumlah muatan ekspor.
Selain itu perlu adanya regulasi dari pemerintah untuk melarang atau membatasi pembelian karet kotor di tingkat petani. Sedangkan tren harga karet saat ini belum begitu bergairah. Harga kualitas ekspor atau sir Singapura Rp 14.700, mengalami penurunan Rp 200 dibanding hari sebelumnya. (hdp)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved