58 Tahun Provinsi Jambi

Bioskop Murni, Saksi Sejarah Deklarasi

Bung Hatta menerima resolusi itu saat ia hadir di di Bangko. Tak sampai di situ, klimaksnya pada kongres rakyat Jambi 14-18 Juni 1955

SATU tempat bersejarah terbentuknya Provinsi Jambi adalah Bioskop Murni di Kawasan Murni Jambi. Di tempat bersejarah yang kini menjadi toko furniture terbentuklah wadah perjuangan Rakyat Jambi.

Bung Hatta menerima resolusi itu saat ia hadir di di Bangko. Tak sampai di situ, klimaksnya pada kongres rakyat Jambi 14-18 Juni 1955 di gedung bioskop Murni terbentuklah wadah perjuangan Rakyat Jambi bernama Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD). Dan lagi-lagi pemuda bergerak. Kongres Pemuda se-Jambi 2-5 Januari 1957 mendesak BKRD menyatakan Keresidenan Jambi secara de facto menjadi Provinsi selambat-lambatnya tanggal 9 Januari 1957 .
Singkat cerita, pada 9 Agustus 1957 Presiden Soekarno akhirnya menandatangani UU Darurat No. 19 tahun 1957 tentang Pembentukan Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi.
Mengutip Usman Meng, kendati dejure Provinsi Jambi di tetapkan dengan UU Darurat 1957 dan kemudian UU No. 61 tahun 1958 tetapi dengan pertimbangan sejarah asal-usul pembentukannya oleh masyarakat Jambi melalui BKRD maka tanggal Keputusan BKRD 6 Januari 1957 ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Jambi.
Sayangnya kini satu tempat bersejarah tersebut tak tampak lagi bekas-bekas peninggalan. Semua hilang dimakan renovasi. Tokoh sejarah dan budayawan Jambi, Junaidi T Nor banyak menceritakan fungsi penting dari gedung itu yakni menjadi tempat rapat Badang Kongres Rakyat Jambi (BKRJ).
"Jadi di sanalah seluruh utusan dari Jambi Ulu dan Jambi Ilir serta Jambi Praja," ujar Junaidi, Selasa (6/1).
Junaidi menjelaskan Jambi Ulu saat ini berubah menjadi Batanghari dan Ilir menjadi Merangin, sedangkan Jambi Praja ada Kota Jambi. Itu sesuai dengan perkembangan masing-masing wilayah.
Di gedung tersebut terjadi pembicaraan serius puluhan pemuda. Mereka menyusun persiapan deklarasi pendirian provinsi Jambi yang kemudian ditembuskan pada pemerintah pusat Republik Indonesia.
"Bicara politik, kelompok tapi belum membicarakan siapa yang memimpin Jambi," katanya.
Junaidi menjelaskan kenapa saat itu Bioskop Murni dipakai sebagai tempat musyawarah bagi pemuda Jambi. Dia mengatakan tempat itu menjadi tempat strategis karena, kantor residen gubernur, kantor walikota dan kantor bupati terletak di sekitar daerah itu.
Menurut Junaidi saat itu Bioskop Murni memang sudah menjadi gedung hiburan bagi masyarakat setempat. Dari bentuknya saat itu masih terbilang sederhana, terlihat dari kursi yang masih dibuat dari kayu. Namun di gedung ini terdapat balkon - balkon.
Namun demikian, Junaidi mengatakan tempat bioskop Murni bukanlah satu-satunya tempat musyawarah pemuda Jambi. Karena rapat itu dilakukan secara meraton yang dimulai dari tanggal 3 hingga tanggal 6.
"Jadi bergantian menggunakan gedung, gedung hari pertama di bioskop murni, lalu di gedung pasiran yang saat menjadi gedung musium dan di tanggal 6 dilanjutkan di gedung Nasional yang saat ini menjadi gedung BKOW,"
Sejatinya, Jambi sejak masa lampau sudah heterogen. Pada tahun 1930 komposisi suku yang mendiami Jambi adalah; 58 persen orang Jambi (lokal), 25 persen orang Minang, orang Palembang sekitar 2 persen. Memang, menurut sejarawan Elsbeth Locher-Scholten pada masa itu, pendatang sudah mulai mengontrol ekonomi di kota berslogan Tanah Pilih Pesako Betuah ini.
Kini, di usia Provinsi Jambi yang menginjak 58 tahun, Jambi terbilang daerah yang aman. Kiranya, pemangku kebijakan bisa mengambil benang merah sejarah di atas. Misalnya, perlunya pembangunan yang merata di kota/kabupaten yang ada di Jambi. Tentu agar tak ada kecemburuan.
Kini masyarakatnya hidup damai berdampingan dan kian heterogen. Nama-nama elite yang berkiprah di daerah ini kendatipun berasal dari luar, dijadikan nama jalan sebagai sebuah penghargaan, misalnya Djamin Dt Bagindo.
Ditambah lagi 3,1 juta jiwa penduduk Jambi tanpa memandang suku, agama dan ras turut memberi kontribusi terhadap pembangunan Jambi. Selamat ulang tahun Jambi. (deddy rachmawan/andika arnoldy)

Penulis: andika
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved