Jambi Masih Andalkan Sektor Primer

Provinsi Jambi masih mengandalkan sektor primer, yakni pertanian dan pertambangan

Penulis: hendri dede | Editor: Deddy Rachmawan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Provinsi Jambi masih mengandalkan sektor primer, yakni pertanian dan pertambangan dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi. Bila permintaan komoditi dua sektor ini melandai, akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi Jambi.

Deputi Ekonomi dan Keuangan Perwakilan BI Jambi, Mely Ika Permata, mengatakan untuk perekonomian Jambi triwulan III tahun 2014 ini tumbuh 6,63 persen. Namun pertumbuhan itu melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 7,06 persen.

Akan tetapi, angka pertumbuhan itu masih lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,01 persen dan rata-rata Sumatera 4,08 persen. Ia menjelaskan untuk total output Jambi berada ditengah-tengah provinsi di indonesia dengan besaran PDRB Rp 25,12 triliun. Dengan kata lain hanya berperan 0.96 persen bagi perekonomian Indonesia.

Di samping itu, pangsa perekonomian Jambi dibanding dengan provinsi lain di Sumatera berada pada posisi ketiga terendah, atau di bawah kepulauan Riau dengan kontribusi 1.08 persen.

"Saat ini masih bertumpu pada sektor primer yakni pertanian dan pertambangan sebesar 43,87 persen, sektor jasa-jasa 38,65 persen. Untuk sektor sekunder hanya 17,48 persen," jelas Mely dalam pelaksanaan KEKR di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Selasa (25/11).

Ia menambahkan untuk pertumbuhan ekonomi tahunan dari sisi lapangan usaha utamanya didorong meningkatnya sektor perdagangan, hotel dan restoran hingga mencapai 13,59 persen, serta meningkatnya sektor bangunan yakni 9,94 persen. Sub perdagangan besar dan eceran sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan serta meningkatnya aktivitas proyek pemerintah dan swasta. (hdp)

*Usulkan Masuk Tol Laut
Untuk meningkatkan pertumbuhan dan pangsa perekonomian Jambi yang masih rendah, pemerintah maupun petinggi Jambi yang ada di pusat diharapkan berperan aktif mendorong peningkatan infrastruktur, termasuk melobi pemerintahan pusat.

Kabid SDM Pemerintahan dan Sosial Budaya Badppeda Provinsi Jambi, Nety Martini, mengatakan proyek tol laut yang rencananya dibangun pusat di perairan Sumatera, hendaknya Jambi bisa masuk peta tersebut. "Jadi kita tidak mengandalkan potensi pertanian karet atau sawit saja, potensi perikanan dan lainnya bisa berkembang nanti," jelasnya.

Namun demikian, lanjutnya, untuk saat ini diketahui dari peta Bapenas RI, Provinsi Jambi tidak termasuk zona pembangunan tol laut Sumatera, yang anggaran pembangunannya Rp 1,5 triliun-Rp 3 triliun untuk tahap pertama.

Selain itu Jambi juga tidak termasuk daerah yang menjadi kawasan industri. Dia berharap dengan adanya perhatian pemerintah nanti, Jambi masuk dalam blue print kawasan tol laut dan kawasan industri. Sebab, Jambi kaya akan sumber daya alam termasuk sektor perikanan.

Menanggapi hal ini, Sekda provinsi Jambi, Ridham Priskap mengatakan daerah yang masuk pembangunan tol laut baru sebatas perencanaan. Dia bilang tentunya program ini menjadi harapan jambi ke depan agar menjadi bagian dari pembangunan tol laut. "Ini tetap akan masukkan program Jambi ke nasional. Akan disampaikan melalui forum atau Musrengbangnas," kata Ridham. (hdp)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved