Breaking News:

Citizen Journalism

Tetap Semangat Meski Hanya Punya Satu Tangan

Tak setiap hari Pak Sani mendapatkan pekerjaan untuk membersihkan kebun, membersihkan saluran air atau

Lud Ariyadi untuk Tribun Jambi
Sani 

Kaki kiri pak Sani sudah cacat semenjak dari ia lahir, begitu juga dengan tangan kirinya. Dalam kesehariaannya, ia hanya menggunakan tangan sebelah kanannya saja untuk melakukan aktivitas dan rutinitas sehari-hari.

Tak setiap hari Pak Sani mendapatkan pekerjaan untuk membersihkan kebun, membersihkan saluran air atau hanya sekedar membantu jika ada warga yang memerlukan bantuannya. Kebanyakan orang biasanya akan lebih suka mencari orang lain yang lebih sehat kondisi fisik dan tenaganya. Hanya orang-orang yang merasa kasihanlah terkadang yang akan menggunakan jasanya. Karena dengan begitu, orangpun akan merasa sedikit membantu akan beban kebutuhan kehidupan sehari-hari Pak Sani.

Jika kondisi fisiknya sedang merasa kuat dan sehat, biasanya Pak Sani bekerja dari jam delapan pagi sampai jam lima sore dengan bayaran dibawah lima puluh ribu rupiah saja. “Ya disyukuri saja cukup gak cukup yang pentingkan halal. Bapak gak akan nyuri untuk sesuap nasi walaupun makan dengan lauk ikan teri dan tempe saja sudah amat cukup bagi bapak.” ujar pak Sani.

Delapan tahun sudah ia menjalani pekerjaan sebagai tukan kebun dan pembersih saluran air tidak sekalipun membuat Pak Sani lupa dengan Allah SWT. Panas terik dengan bau saluran air atau got yang menemani hari-harinya kini semakin hari semakin terbiasa mewarnai kehidupannya, namu ia tetap senyum tabah menerima.

Apapun pekerjaan itu adalah jalan rejeki dari yang kuasa bagi dirinya. Kini tak ada lagi guratan-guratan tua di wajahnya. Senyum telah menghapus kesedihannya.

(Penulis: Lud Ariyadi, Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia Universitas Jambi, Angkatan 2012)

Editor: suang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved