Badulambun, Dukun Serampas yang Diminta Obati Presiden Soekarno

"Lalu ada yang bilang ke Soekarno bahwa ada dukun sakti di wilayah Marga Serampas, jadi ia dipanggil disuruh menghadap ke istana negara waktu itu,"

Badulambun, Dukun Serampas yang Diminta Obati Presiden Soekarno
TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI
Depati Mudo Karti Menggalo (kanan) 

Santer terdengar namun samar kabar bahwa mantan Presiden RI pertama yakni Soekarno pernah ada hubungan dengan Marga Serampas. Hubungan ini tersiar dalam berbagai macam versi. Ada yang bilang Soekarno belajar, ada yang menyebut karena sakit dan lain sebagainya. M Yusuf sebagai Depati Mudo Karti Menggalo di Renah Alai Merangin Menanggapinya.

"Bukan Soekarno yang ke sini tapi dukun besar disini yang pergi ke Jakarta," ungkap Depati kepada Tribun saat bertandang ke Rantau Kemas, Jangkat, Merangin pada awal bulan tepatnya Jumat (10/10) lalu.

Meski udara dingin yang mencucuk tulang, tak menghalangi rasa penasaran Tribun untuk tetap mendengarkan cerita. Sayang, kapan perkara tepatnya tahun peristiwa itu terjadi tak didapat.

Depati kurang ingat tahun berapa tepatnya, namun yang jelas peristiwa ini terjadi pada awal kemerdekaan. Waktu itu presiden pertama RI sedang sakit dan tidak diketahui jenisnya. Konon banyak dukun dari berbagai daerah datang.

"Lalu ada yang bilang ke Soekarno bahwa ada dukun sakti di wilayah Marga Serampas, jadi ia dipanggil disuruh menghadap ke istana negara waktu itu," ungkapnya.

Nama dukun tersebut adalah Badulambun. "Sekitar taun 60-an orangnyo dipanggil ke Istana, rumahnyo di Tanjung Kasri," ungkapnya.

Lalu, Yusuf melanjutkan bahwa dukun tersebut juga tak tahu apa penyakitnya. Namun ia tetap membuat ramuan obat yang sekiranya ampuh untuk sang proklamator. Setelah diberikan ramuan, tak lama ternyata tokoh proklamator ini sembuh.

"Bapak mau apa? Mobil atau apa? Katakan saja," kata Depati Karti Mudo Menggalo ini menirukan omongan Soekarno yang dikira-kiranya, sembari menyelipkan candaan kalau minta mobil tentu tidak bisa karena jalan tidak bagus dan dak bisa dilewati mobil.

Akhirnya dukun sakti tersebut membilang satu permintaan. Ia meminta barang yang waktu itu bisa jadi dianggap mewah dan memberikan informasi terus menerus: Radio.

Ya, dukun tersebut meminta sebuah radio pada Presiden sebagai imbalannya, tentu juga dengan biaya pulang. Yusuf mengaku sempat bertemu pada dekade 80-an.

Halaman
123
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved