Jokowi Batal Umumkan Kabinet, Para Jurnalis Teriak: Hoo
Setelah mendengarkan informasi pembatalan pengumuman kabinet, sejumlah awak media yang sudah berkumpul sejak pukul 18.00 WIB sontak kecewa.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Setelah mendengarkan informasi pembatalan pengumuman kabinet, sejumlah awak media yang sudah berkumpul sejak pukul 18.00 WIB sontak kecewa.
Presiden Joko Widodo disebut-sebut akan mengumumkan kabinetnya, Rabu, 22/10/2014) malam ini, di Dermaga 3, Tanjungpriok, Jakarta Utara. "Hoo... Gimana sih!" ucap awak media televisi, cetak, online, dan fotografer.
Sementara salah satu awak media ketika dimintai tanggapannya terkait pembatalan acara pengumuman kabinet mengatakan bahwa itu tetap hak prerogatif.
"Yaitu (pembatalan acara) sih enggak apa-apa, karena itukan hak prerogatif presiden. Inikan hanya acara seremonial, enggak apa-apa. Jadi terserah presiden mau diumumkan di mana dan kapan," ujarnya.
Namun, dia tak bisa menutupi rasa kekecewaanya itu, karena sudah datang jauh-jauh hingga ke Tanjungpriok. "Kecewa ada. Karena Jauh. Kecewa saya," ucapnya.
Pantauan di lapangan, lampu-lampu panggung tempat pengumuman kabinet oleh Jokowi telah dimatikan. Sementara Creaning metal detector paspampres pun sudah diangkat. Sejumlah pewarta pun langsung mulai bergerak pulang.
Kompol Nico A Setiawan, Kabag Operasional Polres Pelabuhan Tanjungpriok mengatakan pihaknya mendapatkan informasi pengumuman kabinet oleh Jokowi malam ini batal.
"(Pengumuman) sementara begitu (batal), makanya kan banyak yang pergi (pulang). Dari Pelindo pun sudah banyak yang meninggalkan tempat," lanjutnya.
Namun, pihaknya tetap mensterilkan lokasi itu. "Kami tetap menjaga keamanan. Kalau ini sudah bersih dari masyarakat, kami mundur," katanya.
Dia menuturkan ada 150 personel aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjungpriok diterjunkan di tempat itu.
Dia menyebutkan perihal sterilisasi lokasi dari juga dilakukan oleh pasukan pengamanan presiden (paspampres) dan Brimob.
Nico menjelaskan, pihaknya juga mendapat bantuan Itu satu pleton Brimob, satu pleton Sabhara, Polisi Air dari Polda Metro Jaya. "Dalam satu unit masing-masing sekitar 10 personil dari Polda Metro Jaya," ujarnya.
Sementara proses pengaturan arus lalu lintas di sekitar pelabuhan itu dilakukan oleh jajaran polres pelabuhan sendiri, dan didukung oleh jajaran satuan lalu lintas Polda Metro Jaya.
"Sejauh koordinasi, berjalan baik antara paspamres dengan kami. Yang kami tahu kegiatan sampai jam 9 malam. Kami kembalikan kepada protokol," tuturnya.