Breaking News:

Citizen Journalism

Pak Tam, Pria Tangguh yang Pantang Menyerah

Senyuman pria kelahiran Sarolagun itu tampak semangat dan ceria, ketika kami temui di kediaman

M Afrizal untuk Tribun Jambi
Pak Tam sedang memperbaiki sepeda motor di bengkelnya 

Pak Tam menekuni pekerjaan tersebut selama satu tahun, setelah itu beliau kembali menjadi pengangguran. Akan tetapi, atas rencana Tuhan, beliau mendapat modal pinjaman menyambung hidupnya, beliaupun lalu membuka bengkel dengan modal tersebut.

Karena keterbatasan modal, Pak Tam hanya melengkapi bengkelnya dengan alat seadannya. Selain sebagai tukang tambal ban, Pak Tam juga memiliki profesi sampingan yaitu menjual motor yang memiliki surat-surat yang lengkap.

Usaha bengkel paktam mulai beroperasi pada pukul 06:15-21:10. Walupun tak jarang beliau mulai membuka bengkelnya setelah sholat Subuh. Hasil yang beliau dapatkan dari usaha bengkel ini tidak menentu.

Jika lagi ramai Pak Tam mampu mengumpulkan uang sebesar seratus ribu rupiah, jika lagi sepi beliau hanya mampu mengumpulkan uang sekitar tiga puluh ribu rupiah, bahkan kadang-kadang tidak dapat sama sekali.

Tetapi semua itu dilakukan Pak Tam penuh keikhlasan dan kesabaran, serta beliau selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Satu hal yang ia yakini bahwa ia harus terus berdo’a dan berusaha, karena dengan itulah ia akan mampu menjalankan hidupnya. (*)

Penulis: M. Afrizal, bekerja di MTSN Muara Bulian.

Editor: suang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved