Young Ster

Pojok Baca, Pancing Minat Baca di Ruang Publik

TAK bisa dipungkiri, aktivitas di rumah sakit terkadang membuat seseorang merasa suntuk. Entah suntuk karena antrean layanan administrasi

Penulis: wahid | Editor: Fifi Suryani
Pojok Baca, Pancing Minat Baca di Ruang Publik - POJOK.jpg
TRIBUNJAMBI/ALDINO
Pojok Baca, Pancing Minat Baca di Ruang Publik - POJOK2.jpg
TRIBUN JAMBI/ALDINO
Pojok Baca, Pancing Minat Baca di Ruang Publik - POJOK3.jpg
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - TAK bisa dipungkiri, aktivitas di rumah sakit terkadang membuat seseorang merasa suntuk. Entah suntuk karena antrean layanan administrasi maupun suntuk ketika sedang menunggu kerabat atau sahabat yang sakit. Namun sekarang, rasa suntuk tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif, yakni membaca. Sebuah fasilitas rumah baca saat ini coba dihadirkan di ruang publik untuk merangsang minat baca masyarakat. Di Jambi, layanan ini memang belum banyak, sementara baru bisa dijumpai di RSUD Raden Mattaher, bernama Pojok Baca Pertamina EP.

Merujuk pada namanya, tempat baca ini memang tidak memiliki ruang terlalu besar karena hanya memanfaatkan sudut ruang yang ada di dekat layanan informasi. Namun biar begitu, koleksi buku untuk tahap pengenalan ini dirasa sudah mencukupi. Ada buku anak-anak, pengetahuan umum, komik, aneka majalah, hingga surat kabar.

“Belum banyak memang, karena kita terbatas ruang juga. Tapi saya kira sudah cukup untuk awal-awal ini. Ada ratusan judul buku, dari berbagai jenis buku yang bisa dibaca semua kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua,” kata Yanti Budiyanti, pengelola Pojok Baca.

Di dalam Pojok Baca disediakan meja pendek yang bisa digunakan untuk membaca sambil lesehan. Bila tak ingin meninggalkan bangsal karena khawatir dengan kondisi kerabat yang sedang sakit, pembaca bisa membawa buku koleksi dengan melakukan registrasi terlebih dulu.

“Selama ini kami di rumah baca Evergreen fokus pada pendidikan pelatihan untuk anak-anak dan mimpinya menemukan penulis cilik sebanyak-banyaknya. Tapi dengan adanya kerja sama dengan pertamina ini akan lebih meluas mendidik membaca yang lebih luas lagi. Jadi karena ada di rumah sakit, fokusnya pertama, karyawan, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat umum,” papar perempuan berjilbab ini.

Keberadaan Pojok Baca turut menarik perhatian Saidatul Bukkis, Kabag Diklat dan Penelitian RSUD Raden Mattaher. Menurutnya membaca merupakan aktivitas yang ringan dan bisa dilakukan di mana saja. Sayangnya tidak semua orang menyukai aktivitas yang bermanfaat ini. Meski menyadari banyak manfaat yang didapat dari membaca buku, namun seseorang terkadang cenderung enggan melakukannya. Dengan adanya sistim “jemput bola” seperti ini ia yakin layanan ini sangat bermanfaat.

“Untuk di sini (RSUD Mattaher) juga kan kita kadang bermasalah ya, kadang antre lama, nunggu tindakan lama terus ada yang dirawat keluarga bengong. Dengan adanya fasilitas ini mudah-mudahan waktu mereka jadi lebih bermanfaat, jadi nggak bosan, mereka dapat ilmu, layanan tetap jalan,” katanya seraya menjelaskan untuk awal operasi Pojok Baca menyesuaikan jam kerja karyawan.

Saat ini Pojok Baca Pertamina di RSUD Raden Mattaher digawangi tiga relawan yang berada di bawah koordinator Sanggar Evergreen. Arina Hidayatul Chasanah, perwakilan Pertamina EP mengatakan untuk tahun pertama ini Pertamina akan mensuport penuh Pojok Baca ini. Namun seperti program pada umumnya, untuk tahun selanjutnya Pojok Baca ini bisa mandiri.

“Kalau dari Pertamina kita pengennya terus bisa support ya, selama untuk awal kita free dan kita support. Nanti kedepan tidak bisa dong kita support terus, karena yang namanya program harus mandiri. Ketika mandiri harapannya ketika pusat tidak suplai dana masih bisa berlanjut. Yang harus dipikir dari sekarang adalah koleksi, karena kunci tempat baca adalah koleksi, jadi terus update,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved