Siapkan Modal Rp 300 Juta untuk Bisnis Waralaba
Menjalankan bisnis waralaba masih menjadi incaran sejumlah pelaku bisnis di Jambi.
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Menjalankan bisnis waralaba masih menjadi incaran sejumlah pelaku bisnis di Jambi. Modal yang dikeluarkan pun beragam, tergantung skala franchise. Setidaknya, butuh modal Rp 300 juta bahkan lebih guna membeli brand waralaba yang sudah kesohor.
Semisal Ferry, yang sudah lama menekuni bisnis sebagai franchisee (pembeli franchise). Ia setidaknya memiliki dua usaha kuliner berjaringan, Bakmi Naga dan Dapur Iga.
Ferry menegaskan, tipikal masyarakat Jambi yang doyan melihat barang dan produk baru membuat beberapa franchisee besar memilih menarik nama brand ternama untuk dihadirkan. Kata dia, biayanya mencapai ratusan juta rupiah.
"Modal awal bisnis waralaba Dapur Iga saja gak besar, sekitar Rp 300 juta sampai Rp 400 jutaan. Target saya gak muluk-muluk, bisa balik modal dalam dua tahun. Ini berbeda dari kebanyakan yang lebih memilih target balik modal di tahun pertama kemunculannya," jelasnya.
Menurutnya trik memilih bisnis waralaba yang menguntungkan ialah, bisnis tersebut harus sudah eksis lebih dari satu atau dua tahun, memiliki keunikan dan belum ada di tempat yang akan dibangun.
Mengenai lokasi outlet menurutnya, mal adalah tempat paling strategis. Bahkan itu sudah menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) pemilik franchise (franchisor) yang disyaratkan kepada franchisee-nya.
Menggandeng waralaba bahkan dipraktikan pengembang Citraland NGK untuk memasarkan produk propertinya. Menjalin kemitraan dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Citraland NGK menawarkan ruko i-Walk. Pembeli ruko sekaligus ditawarkan apakaha berminat untuk juga membeli waralaba.
Head Marketing Citraland NGK, Nico V Darmawan bilang, langkah menggandeng AFI membuahkan hasil baik. Kata dia, total ruko di blok A, B dan C Citraland NGK telah sold out. "Animo ini akan terus kita genjot untuk membangun lagi unit ruko dan menggandeng AFI pula, karena nantinya masyarakat akan sadar membangun usaha di bilangan ini. Dan itu memiliki prospek besar mulai dari letak geografisnya yang searah menuju Kota Palembang, dan tepat di Jantung kota Jambi," bebernya.
Ruko di sini ditawarkan dengan harga dari kisaran Rp 250 juta sampai Rp 1,5 miliar. Dan rata-rata franchise besar yang ditarik Citraland NGK memang hampir 80 persennya merupakan nama bisnis waralaba di bidang kuliner.
"Franchise kuliner lokal sampai nasional akan ditawarkan di sini, selain itu walau sudah sold out masih berpeluang mendapatkan nama franchise tersebut dengan unit pembangunan ruko baru kita nanti, dengan lebih dari 100 nama franchise kita suguhkan untuk dipilih," pungkasnya.(tyo)