Young Ster
Belajar Managerial dari Game Online
PERMAINAN atau game saat ini menjadi sebuah kebutuhan. Tak hanya anak-anak, orang dewasa sekalipun tak bisa menghindar dari
Penulis: Frima Ayu Septya | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - PERMAINAN atau game saat ini menjadi sebuah kebutuhan. Tak hanya anak-anak, orang dewasa sekalipun tak bisa menghindar dari ‘serangan’ game yang dengan sangat mudah dapat diinstal di smartphone mereka. Selain mampu menghilangkan suntuk ketika sedang menunggu sesuatu, ternyata game online juga mampu memberikan beberapa keuntungan lain. Dari game, seseorang dapat belajar melakukan managerial, mulai pengelolaan keuangan, hingga mengatur strategi politik dan perang. Nah, berikut ini ada tiga game yang cukup populer di medio 2014 ini.
1. Let's Get Rich : Jadi Kaya dan Berkeliling Dunia
Promosi permainan ini cukup digembar-gemborkan di media elektronik. Bahkan pemilik media sosial Line kerap menemukan invitasi dari kerabat-kerabat di kontak line untuk turut bergabung di permainan ini. Bagi pecinta permainan Modoo marble asal Jepang, memainkan game teranyar ini tentu tak perlu kesulitan. Terlebih permainan ini tak jauh berbeda dengan permainan monopoli manual berkonsep kota-kota di dunia. Namun yang cukup membedakan pemain tak perlu sibuk menghitung pembayaran karena penghitungan tersebut lebih bersifat otomatis.
Nama pemain yang cukup asing di telinga bahkan memakai huruf tagalog akan sering ditemukan dalam permainan ini. Wajar saja pemain game ini juga datang dari pembeli. Yang cukup membuat remaja turut mengunduh aplikasi ini agaknya bukan hanya iming-iming hadiah liburan keliling dunia, namun bersaing memenangkan peringkat 1 melawan orang yang bahkan yak dikenal di permainan ini juga cukup menarik.
Pemain yang datang dari berbagai usia memang menunjukkan permainan ini tak patut diremehkan. Mengelola keuangan, pembelian real estate dan membuat perencanaan kompleks perkotaan untuk menambah marbles, membuat permainan ini cukup mengasah otak. Bahkan permainan pun agaknya tak monoton, karena munculnya ikon negara-negara di dunia hingga karakter pemain yang diambil dari animasi bergerak berbagai tokoh diantaranya Cony si kelinci Superstar, Brown si Milyarder juga Catarina Pramugari yang menawan hadir dengan "keunggulan" yang berbeda-beda.
Keunggulan inilah yang diakui Ananda, pegawai di salah satu perusahaan di Jambi. Perempuan berusia 23 tahun ini mengaku kecanduan memainkan Let's Get Rich. "Enak, kadang kalo lagi, main Get Rich, malah ajak kawan main ato adik-adik main," aku Ananda.
Walau permainan monopoli cenderung berhubungan dengan pengelolaan keuangan, Let's Get Rich menghadirkan berbagai kesempatan para pemain mengatur strategi. Pemilihan karakter, pengambilan kartu kesempatan untuk melancarkan serangan (badai, alien atau virus endemi) hingga melakukan pertahanan kota dapat dilakukan agar kota dapat kokoh dan mampu mendirikan "Landmark" masing-masing pemain. Permainan berupa team juga tak kalah menarik untuk dicoba terlebih pemain dapat mengajak kerabat pengguna line untuk bersama-sama mengatur strategi.
Permainan ini dapat dimainkan sesuai kelas yang ada, baik kelas ekonomi hingga Kelas satu (first class). Tanpa harus membeli voucher, pemain sudah dibekali coin emas (gold) hingga diamond untuk membeli tiket hingga membeli kartu karakter hingga dadu agar kesempatan memenangkan kompetisi lebih besar. Permainan akan berakhir bila waktu sekitar 25 menit telah habis. Permainan juga dapat berakhir lebih singkat bila hanya tersisa satu peserta yang bangkrut atau pemain dapat menguasai tiga komplek real estate (color monopoly). Kemenangan akan meningkatkan peringkat pemain yang juga akan di rangking secara keseluruhan di tampilan (home) permainan.
2. Criminal Case
Di facebook, undangan untuk bergabung dalam permainan ini cukup deras. inti dari permainan ini adalah menutaskan berbagai level kasus kriminal. Meski hanya permainan, ini tidak semudah yang dibayangkan karena untuk menyelesaikan satu kasus saja banyak yang harus dilakukan. Misalnya, menemukan barang di TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta tempat pemeriksaan lainnya. Barang tersebut tersembunyi di dalam gambar Kejelian dan kecepatan akan dinilai. Hasilnya, akan diukur dalam poin.
Semakin banyak poin yang dikumpulkan, semakin besar pula kesempatan untuk menemukan bukti lain. Seperti meminta keterangan pada saksi/tersangka. Sudah begitu, jumlah poin juga dikompetisikan dengan teman-teman lain yang ikut bertanding. Karena di situ terdapat semacam ranking. Ada pula tugas lain, seperti menyusun puzzle gambar, memecahkan kode angka, membaca surat yang robek dan lainnya.
Asyiknya lagi, permainan ini diskenariokan seperti kasus nyata. Salah satunya, kita punya avatar detektif yang bisa di-customize. Terus kita juga memiliki partner sesama polisi. Bisa juga sih, bekerja sama dengan teman lain (yang ikutan permainan ini). Terus, kita bisa saling memberi “hadiah” berupa poin atau bonus lainnya.
3. Clash of Clan
Beberapa bulan terakhir game yang satu ini cukup membuat ketagihan para mengguna android. Clash Of Clans, atau sering disingkat jadi CoC sebenarnya pernah dirilis olehSuperCellsekitar pertengahan tahun 2012 dan hanya untuk pengguna device dari Apple, seperti iPad atau iPhone. Tapi dengan menjamurnya Android, akhirnya game dengan genre Strategy ini akhirnya sampai juga keGoogle PlayStoreuntuk para pengguna Android. Karena pengguna android terbilang banyak, alhasil permainan ini menjadi populer saat ini.