Keberadaan Naskah Kuno di Jambi Istimewa

Keberadaan Naskah Kuno di Jambi Istimewa

Keberadaan Naskah Kuno di Jambi Istimewa
ulikozok.com
naskah Tanjung Tanah 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pelatihan Jurnal Seloko Jambi dengan Komunitas Konservasi (KKI) Warsi dianggap tepat oleh Annabell Teh Gallop. "Karena Warsi sering bersentuhan dengan masyarakat di pedalaman dan sering bertemu dengan naskah-naskah kuno," ujar Lead Curator British Library London ini.

Menurutnya ini bisa membantu kerjasama antara Warsi dan masyarakat sendiri dalam hal menentukan batas wilayah yang menjadi hak kelompok tertentu.

Hal yang lebih menarik menurutnya adalah jarang sekali naskah piagam kuno itu ada di tangan masyarakat biasa. "Ini sedikit istimewa," kata Lead Curator British Library ini.

Surat-surat piagam di Jambi, katanya, dijaga sebagai pusaka. Sistem penjagaannya pun ketat. "Dikeluarkan selama setahun sekali, itu pun harus dengan kenduri atau doa selamatan dulu," kata Annabel takjub.

Mugkin peraturan adat seperti itu menurutnya yang menyebabkan naskah dapat terjaga. Kalau ditaruh sembarangan, ungkapnya mungkin akan hilang atau rusak.

"Seperti naskah piagam dari Kerinci, sudah 600 tahun sejak abad 14 bertahan," katanya.

Mungkin metode ini menurutnya bisa diikuti oleh daerah lain untuk menjaga naskah mereka yang juga merupakan jenis arsip. "Sepertinya ini bagus juga ubtuj dipelajari daerah lain," ungkapnya.

Herma Yulis, dari Warsi mengatakan bahkan ada yang hatus dengan kenduri atau selamatan dulu. "Bahkan ada yang diturunkan dari dek rumah, dan sering pula kotaknya tak dibuja. Mubgkin karena sudah terlalu rapuh," katanya.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved