Transaksi Kulit Harimau
Perburuan Harimau Marak, Danrem Geram
Perburuan Harimau Marak, Danrem Geram
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menyikapi adanya praktek perburuan liar terhadap Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) yang terungkap beberapa waktu lalu langsung menarik respon berbagai pihak. Diantaranya Komandan Resor Militer (Danrem) 042/Garuda Putih, Kolonel Infantri Harianto. Danrem menilai aksi perburuan tersebut sebagai kejahatan mafia yang harus diusut tuntas.
"Ini tidak boleh didiamkan. Dan tidak boleh terjadi lagi, kasus ini harus diusut secara tuntas. Ini kejahatan besar. Sudah masuk kategori mafia. Ini sangat mengancam kelangsungan Harimau Sumatera yang ada di hutan Jambi," tegasnya kepada Tribun, Minggu (14/9).
Dikatakannya, aksi perburuan hewan langka tersebut tentu memiliki jaringan, dan beking dari orang-orang tertentu.
"Siapa mafia dibelakangnya, itu harus diusut tuntas, siapapun itu harus ditindak," tegas Danrem.
Danrem juga mengaku geram dengan aksi pelaku. Terlebih Harimau Sumatera merupakan simbol kebanggaan. Tidak hanya bagi masyarakat Jambi. Tetapi juga masyarakat Indonesia secara luas. Bahkan tidak jarang Harimau Sumatera menjadi simbol kesatuan pada instansi penegakan hukum.
Sebagai tindakan tegas, Danrem 042/Gapu menginstruksikan kepada Kodim di tingkat kabupaten untuk membantu mengungkap aksi kejahatan ini.
"Setelah saya baca di Tribun, saya langsung intruksikan ke Dandim untuk mengambil tindakan. Para pelakunya harus ditindak tegas. sedangkan penebangan pohon kita tindak apalagi ini," pungkasnya.