Tradisi Tale Jelang Keberangkatan Calon Haji di Kerinci

Nyanyian daerah atau yang dikenal oleh masyarakat Kabupaten Kerinci dengan nama Tale kerap menggema di beberapa desa

Tradisi Tale Jelang Keberangkatan Calon Haji di Kerinci
Net

TRIBUNJAMBI.COM - Nyanyian daerah atau yang dikenal oleh masyarakat Kabupaten Kerinci dengan nama Tale kerap menggema di beberapa desa di Kerinci akhir-akhir ini. Lantunan Tale menunjukkan bahwa ada masyarakat yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.

Ada satu tradisi unik yang dimiliki masyarakat Kerinci yang tidak dilaksanakan di daerah lain, saat menjelang keberangkatan jemaah calon haji ke tanah suci. Tradisi tersebut dinamakan Tale Haji, dimana orang yang akan berangkat menunaikan ibadah haji, terlebih dahulu ditalekan. Tale sendiri merupakan nyanyian daerah yang dilantunkan dengan bahasa setempat.
Tidak mengherankan, satu bulan menjelang keberangkatan, hampir setiap desa menggema lantunan tale yang dinyanyikan oleh masyarakat, yang menjadi tanda bahwa ada warga yang akan naik haji.
Informasi dari sejumlah sesepuh di Kerinci, mengatakan Tale Haji ini sudah berkembang dikalangan masyarakat sejak ratusan tahun yang lalu. Bagi masyarakat Kerinci yang akan menunaikan haji, akan di Tale kan dari rumah kerumah khususnya yang masih memiliki hubungan keluarga.
"Tale haji ini digelar hampir setiap hari sebelum calon jamaah haji tersebut berangkat ke Makkah. Paling tidak dua minggu sebelum berangkat jamaah haji mulai diundang untuk Tale," ujar budayawan kerinci, Iskandar Zakaria.
Menurutnya, tempat pelaksanaan Tale Haji ini dilakukan secara bergiliran dari rumah-rumah kerabat orang yang akan naik haji tersebut.
"Tale haji ini berisi doa-doa dan nasehat yang disampaikan warga kepada orang yang akan naik haji, agar mereka menjadi haji yang mabrur," katanya.
Dalam pelaksanaannya, Tale Haji ini saling berbalas antara orang yang naik haji dengan masyarakat yang ditinggalkan.
"Awalnya masyarakat yang ikut Tale duduk berseberangan. Namun semakin larut malam, masyarakat yang Tale semakin merapat, yang akhirnya berpelukan dan saling bermaafan," jelas Iskandar Zakaria.
Setelah selesaikan di Tale kan siang dan malam selama lebih kurang dua minggu, sebagai langkah pamungkas, calon jamaah haji yang akan berangkat ke Makkah akan dilepas oleh masyarakat dari masjid secara bersama-sama.
"Tidak hanya sampai disitu saja, setelah dilaksanakannya pelepasan di mesjid, masyarakat secara beramai-ramai juga mengantar calon jamaah haji ke perbatasan Kerinci, bahkan ada yang mengantarkan sampai ke bandara," sebutnya.
Begitu juga sebaliknya saat pulang nanti, jemaah haji juga akan disambut dengan suka cita oleh segenap masyarakat Kerinci di perbatasan. "Masyarakat akan ikut bergembira saat menyambut kepulangan jamaah haji," tegas Iskandar Zakaria.
Adanya tradisi di Kerinci ini tambahnya, kemungkinan besar karena sulitnya warga Kerinci untuk menunaikan ibadah haji. Apalagi dulunya untuk menunaikan ibadah haji memakan waktu tiga bulan hingga empat bulan perjalanan.
"Pelepasan haji akan terasa sangat sakral, seakan-akan pertemuan saat melepas jamaah haji ke Makkah akan menjadi pertemuan yang terakhir, sehingga warga bertangis-tangisan untuk melepaskan kerinduan mereka," pungkasnya.
Budayawan Kerinci lainnya, Arlis Harun, mengatakan Tale Haji ini merupakan tradisi yang harus terus dilestarikan oleh masyarakat. Dalam tradisi ini, terkandung nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan keagamaan.
Tradisi ini tidak bisa dijumpai di daerah lain . Ini seharusnya menjadi kebanggan masyarakat Kerinci. Ini menandakan tingginya keinginan masyarakat Kerinci, untuk menunaikan rukun Islam itu," ungkapnya.

Karena keunikan tersebut, Tale Haji menjadi salah satu kegiatan perlombaan yang dilaksanakan dalam rangka Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) yang ke-11 tahun 2011 lalu.

Penulis: edijanuar
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved