Otomotif
Keren, Tapi Harus Telaten
SETELAH sering terlihat sebagai kelengkapan motor sport, rem double disk brake (dobel cakram) cukup banyak diterapkan pada motor
Penulis: wahid | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - SETELAH sering terlihat sebagai kelengkapan motor sport, rem double disk brake (dobel cakram) cukup banyak diterapkan pada motor harian, bahkan motor bebek atau matic sekalipun. Selain menambah tampilan motor semakin gaya dan sporty, rem dobel cakram ini ternyata memiliki beberapa manfaat yang dirasakan sang riders. Tentu saja mereka memodifikasi sendiri pemasangannya, karena pihak dealer belum melengkapi motor bebek dengan fitur doble disk brake tersebut. Cukup banyak pilihan bengkel modifikasi motor di Jambi untuk pengerjaan pemasangan dobel cakram tersebut, satu di antaranya A2 Custom & Paint.
Rem dobel cakram memang memiliki sederet keunggulan, namun keberadaannya juga memiliki sisi lemah. Anto, owner A2 Custom & Paint kepada Tribun memaparkan bahwa cukup banyak konsumennya yang meminta untuk pemasangan rem double cakram ketika memodifikasi motor kesayangan mereka. Menurut penilaiannya, setidaknya ada tiga kelebihan rem dobel cakram ini dibanding rem standar.
"Pertama, kelebihan dari rem double cakram adalah daya pengereman dapat mencapai 100 persen, karena adanya tambahan kaliper dan piringan cakram. Ini membuat seluruh pad bergesekan langsung dengan cakram sehingga pengereman dapat maksimal," paparnya kepada Tribun, Jumat (22/8).
Keunggulan yang kedua adalah pendinginan rem lebih baik karena menganut sistem pengereman terbuka. Dengan sitem tersebut, pendinginan dapat dilakukan pada saat kendaraan melaju. Kebanyakan piringan cakram dilengkapi oleh ventilasi (ventilated disk) atau cakram yang memiliki lubang sehingga pendinginan rem lebih maksimal digunakan.
Keunggulan yang ketiga tentu saja respon pengereman yang lebih cepat. Dengan kekuatan piringan cakram ganda, membuat waktu pengereman semakin cepat berhenti begitu rem ditekan. Namun keunggulan yang ketiga ini bisa saja justru menjadi kekurangan bagi beberapa rider. Pengendara yang belum terbiasa menggunakan double cakram bisa saja terpelanting bila tidak cermat dalam memperkirakan laju motor dengan tekanan rem yang dihasilkan.
"Kelemahan lain adalah karena menganut sistem terbuka seringkali kaliper di tumpuki kotoran yang lama kelamaan akan mengeras dan dapat membuat tergoresnya cakram," imbuh lelaki bernama lengkap Tri Hardiyanto ini.
Dengan bertambahnya disk brake, disadari atau tidak, akan membuat beban pada motor bertambah berat, meski hal itu tidak terlalu signifikan. Kelemahan terakhir adalah membutuhkan perawatan ekstra pada piranti motor,seperti kaliper,isi minyak rem (brake fluids), kampas, serta selang rem.
Dedi, salah satu penyuka modifikasi di Kota Jambi juga menyukai system double disk brake ini. Ia menyematkan rem dobel cakram untuk motor Satria FU tahun 2012 miliknya sebagai penyempurna modifikasi yang ia lakukan. Dengan cakram dobel tersebut diakuinya tampilan motor menjadi lebih macho.
"Tapi juga harus hati-hati jangan terlalu dalam atau mendadak ngeremnya, karena bisa jadi malah jatuh," kata lelaki kelahiran 28 Februari ini. (wahid nurdin)
Tips Perawatan dan Biaya Pembuatan
Kelemahan bukan sesuatu yang tidak bisa diantisipasi. Menurut lelaki kelahiran 4 Oktober ini dobel cakram akan lebih bersahabat bila sang pemilik rutin melakukan perawatan. Yang pertama cukup sederhana, yakni cek isi volume pada master rem,apakah masih banyak minyak rem (brake fluids) atau sudah berkurang. Apabila sudah berkurang, sesegera mungkin diisi agar pada saat pengereman,daya tahan pengereman dapat mencapai maksimal.
Tips kedua adalah cek secara berkala pada sela-sela kaliper, karena seringkali kaliper di tumpuki kotoran kampas. Bila sudah kotor sebisa mungkin langsung dibersihkan atau di cuci agar tidak menimbulkan bunyi berdesis pada piringan cakram.
Untuk pemasangan double disk brake ini sendiri diperkirakan menghabiskan dana antara Rp 700 ribu hingga Rp 3 jutaan tergantung merk kaliper dan piringan cakram. Sedangkan lama pembuatan breket double cakram antara dua hari sampai satu minggu, tergantung bahan breket dan kerumitan pada motor itu sendiri.


